Headline

Sering Merenung, Mahasiswi Tewas Gantung Diri

SINJAI, BKM — Pagi di Dusun Saokeng, Desa Sanjai, Kecamatan Sinjai Timur, Kabupaten Sinjai. Kira-kira pukul 08.00 Wita, Rabu (14/12).
Warga setempat geger. Sesosok perempuan ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di rumahnya. Ia menjemput ajal dengan cara tak lazim. Gantung diri menggunakan gantungan ayunan bayi.
Korban diketahui bernama Rina Adriana (22). Jasadnya yang masih tergantung, pertama kali ditemukan oleh ibunya sendiri, Karoncing (55).
Sebagai seorang ibu, Karoncing sangat terpukul dengan kejadian ini. Apalagi, korban tidak mengalami sakit apapun. Hanya saja, sebelum gantung diri, Rina sering terlihat melamun.
”Kami sangat sedih. Kenapa dia (Rina) sampai melakukan itu (gantung diri). Akhir-akhir ini dia memang selalu merenung. Entah kenapa. Kalau ditanya, sering tidak menjawab,” ujar Karoncing ketika ditemui di kediamannya, kemarin.
Beberapa saat setelah kejadian, aparat Polres Sinjai langsung datang ke lokasi. Kasat Reskrim, AKP Sardan membenarkan kejadian ini. Pihaknya tengah mencari penyebab pasti korban gantung diri.
”Iya, ditemukan gantung diri. Saat ini kita sementara mencari apa motifnya,” kata AKP Sardan melalui handpone.
Kapolsek Sinjai Timur, AKP Abdul Syukur juga sudah datang ke lokasi. Kesimpulan sementara, kata dia, korban meninggal karena gantung diri. Meski begitu, pihaknya masih akan melakukan penyelidikan. Tujuannya, untuk mengetahui apakah ada sebab lain hingga korban meninggal dunia.
BKM mencoba mencari tahu lebih jauh tentang Rina Adriana. Ternyata, korban merupakan salah satu mahasiswi Institut Agama Islam Muhammadiyah (IAIM) Sinjai. Ia juga tercatat sebagai bendahara umum aktif Pengurus Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Sinjai. Sebelum gantung diri, Rina sudah memasuki semester akhir di IAIM Sinjai.
Sunarti, tetangga korban menuturkan, Rina anak yang baik. ”Sebagai tetangga, saya juga kaget kalau Rina meninggal. Apalagi dengan cara gantung diri. Padahal, anaknya baik,” ujarnya, kemarin.
Rina merupakan anak ke tujuh dari 10 bersaudara. Putri pasangan Karoncing dan Usman. Sehari-harinya, Usman berprofesi sebagai petani. Rina punya empat saudara perempuan dan lima laki-laki.
Arniati, teman kuliah korban menuturkan, Rina merupakan mahasiswi yang cukup aktif di kampus. ”Dia juga pandai bergaul sesama mahasiswa. Saya kaget setelah tahu Rina meninggal gantung diri,” jelasnya.
Ketua PC IMM Sinjai, Hardi yang dihubungi melalui handphone, juga mengakui kalau Rina sangat aktif. Baik di kampus, maupun organisasi IMM.
”Namun, kira-kira tiga bulan terakhir jarang masuk kampus. Juga kurang aktif di organisasi,” ujar Hardi.
Menurut Hardi, belum lama ini ia dan pengurus IMM Sinjai lainnya datang menjenguk Rina di rumahnya. Saat itu korban terlihat lesu. ”Sepertinya sakit. Entah sakit apa yang dialaminya,” jelas Hardi. (din/rus/b)

loading...
Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top