Kesbangpol: KWB Tidak Terdaftar – Berita Kota Makassar
Sulselbar

Kesbangpol: KWB Tidak Terdaftar

BANTAENG, BKM — Gencarnya tuntutan pembubaran Kerukunan Waria Bantaeng (KWB) yang dilancarkan sejumlah masyarakat, ditanggapi serius Pemkab Bantaeng. Pasalnya, komunitas ini dinilai menciderai kesakralan adat melalui kontes baju bodo dan nilai-nilai Islam.
Seperti diberitakan, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Bantaeng, HM Amri Pakkanna, mendesak Pemkab untuk membubarkan KWB dan organisasi perkumpulan waria lainnya di daerah ini karena aktifitasnya meresahkan masyarakat.
Menanggapi masalah tersebut, Kepala Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpol Linmas), Faisal, mengatakan, pihak Pemkab tidak akan pernah membubarkan KWB. “Tidak akan ada tindakan pembubaran Kerukuran Waria Bantaeng”, katanya, kemarin.
Dijelaskankannya, bahwa kalau dilakukan pembubaran, berarti Pemlab Bantaeng mengakui keberadaan organisasi waria tersebut. “Logikanya begini, kalaui dibubarkan, berarti leberadannya pernah diakui”, jelasnya.
Ditegaskan Faisal, bahwa keberagaan KWB di Bantaeng adalah ilegal. Organisasi ini, kata dia, tidak pernah terdaftar secara resmi di Kantor Kesbangpol Linmas. “Tidak pernah terdaftar. Makanya, saya katakan tidak perlu dibubarkan karena akan bubar dengan sendirinya”, paparnya.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasat Pol PP), Abdullah, meminta semua pihak untuk menghormati permohonan maaf pemkab yang dinyatakan Sekkab Bantaeng, Abdul Wahab, selaku ketua panitia Hari Jadi Bantaeng. “Lomba baju bodo masih rangkaian hari jadi. Oleh karena itu, pak Sekda selaku ketua panitia memohon maaf kepada masyarakat Bantaeng”, ucapnya.
Kasat nenambahkan, bahwa sebenarnya tidak ada lomba busana adat di rujab. Kehadiran para waria tersebut di rujab bupati, hanya sebatas tamu saja. “Ibu bupati selaku Ketua TP PKK, melarang lomba tersebut diadakan. Ibu bilang, lomba ditiadakan, bukan ditunda”, bebernya.
Kenapa ada foto waria mengenakan baju bodo di rujab, kata dia, itu karena mereka sudah terlanjur memakainya. Sebanarnya, lanjut Kasat, waria ini berdandan untuk persiapan kontes di tribun pantai Seruni. Tapi karena diprotes, sehingga batal dilaksanakan dan dibubarkan oleh satuan dari Polres Bantaeng.
Adapun tropi yang diserahkan kepada waria, kata Kasat lagi, bukan hasil lomba. Tapi hanya sebatas hadiah hiburan atas jerih payahnya berdandan. “Tropi itu diserahkan bukan merupakan hadiah, karena memang tidak ada lomba. Jadi hanya sebatas hiburan atas upayanya berdandan”, pungkasnya. (wam/C)

Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top