Berita Kota Makassar | Asrama TNI Bara-baraya Kini Tingga Nama
Headline

Asrama TNI Bara-baraya Kini Tingga Nama

MAKASSAR, BKM — Asrama TNI Bara-baraya kini tinggal nama. Sebanyak 202 kepala keluarga (KK) yang menghuni lokasi tersebut selama puluhan tahun, semuanya telah digusur.
Dua hari berturut-turut, Selasa dan Rabu (13-14/12), aparat TNI dari Kodam VII/Wirabuana berjibaku melakukan pengosongan. Alat berat berupa eskavator ikut diterjunkan.
Pada hari pertama pengosongan, masih ada sebagian warga yang coba bertahan. Mereka tidak bersedia meninggalkan asrama di Jalan Abubakar Lambogo itu. Namun di hari kedua, para penghuni tak lagi bisa berkutik. Mau tidak mau mereka harus meninggalkan asrama.
Alhasil, seluruh bangunan asrama berhasil dirubuhkan, kemarin. Yang tersisa hanyalah puing-puing bangunan, serta kayu bekas bangunan.
Isak tangis terus mewarnai proses pembongkaran. Mereka tidak tega, asrama yang selama ini dijadikan tempat bernaung, kini telah rata dengan tanah.
Bunyi mesin buldoser dan eskavator saling bersahutan dengan tangisan. Sambi menitikkan air mata, sebagian dari mereka terlihat memungut puing-puing bangunan yang masih bisa dimanfaatkan.
Tampak sebagian diantara penghuni yang masih berada di lokasi. Karena huniannya telah dirobohkan, mereka kemudian memasang tenda darurat. Sambil mencari tempat tinggal baru untuk pindah. Selain itu, juga untuk menjaga bahan bangunan yang telah mereka kumpulkan. Seperti seng dan kayu balok.
Pedagang kayu terlihat di lokasi. Yang dicarinya kayu bekas bangunan dan hendak dijual oleh pemiliknya. Sebagian warga kemudian beramai-ramai menjual kayu rangka balok rumahnya yang dirubuhkan.
”Terpaksa kami jual kayu balok yang telah dibongkar. Mau dipakai, tidak ada lahan untuk bisa kami tempati membangun,” kata salah seorang warga yang ditemui, kemarin.
Adapun uang puluhan juta yang rencananya diberikan pihak Kodam, sebagian warga tak bersedia menerimanya. Mereka berdalih, gugatan atas lahan asrama TNI Bara-baraya masih bergulir di Pengadilan Negeri (PN) Makassar. Putusannya masih ditunggu.
Babinsa Bara-baraya, Serda Awal menegaskan, tidak ada upaya paksa dalam pengosongan asrama. Melainkan berdasarkan keinginan warga asrama.
”Sebelumnya sudah tiga kali kami melakukan upaya persuasif kepada warga, baik lisan maupun tertulis. Mereka yang paham soal status lahan huniannya, kemudian pindah dengan baik-baik. Karena masih ada yang belum pindah, kemudian dilakukan lagi penertiban. Sekarang, hampir semuanya pindah,” terang Awal, kemarin.
Awal yang juga warga asrama Bara-baraya, menjelaskan bahwa sebelum upaya pengosongan dilakukan, Kodam telah memberikan uang ganti rugi bagi penghuni.
”Uang ganti rugi itu bisa dipakai untuk mencari tempat tinggal baru. Besarannya bervariasi. Ada yang diberi Rp20 juta. Itu khusus penghuni yang masih TNI aktif. Sementara penghuni yang sudah tidak aktif (purnawirawan), mendapatkan Rp27,5 juta. Mereka yang berstatus anak atau cucu dan tinggal di asrama, tetap diberi kompensasi. Nilainya Rp22,5 juta,” jelas Awal lagi.
Hingga kemarin, sudah 95 persen asrama telah dikosongkan. Sisanya, tinggal tenda-tenda dan sisa rangka kayu milik warga.
”Penghuni asrama kami angkut bersama miliknya ke tempat tinggal barunya masing-masing,” ujarnya. (ish/rus)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top