Berita Kota Makassar | Sungai Pompengan Meluap, Tiga Kecamatan Diterjang Banjir
Gojentakmapan

Sungai Pompengan Meluap, Tiga Kecamatan Diterjang Banjir

BKM/KR KULLE BANJIR -- Banjir yang merendam jalan poros provinsi Sulbar telah membuat arus kendaraan jadi melambat. Sehingga membuat kemacetan sepanjang 7 kilometer dengan lama kemacetan sekitar 4 jam.

JENEPONTO, BKM — Hujan yang melanda Kabupaten Jeneponto dalam 2 hari, pada Minggu dan Senin, 11 dan 12 Desember 2016 mengakibatkan Sungai Pompengan Jeneberang meluap. Sungai ini melintasi tiga kecamatan, yakni Kecamatan Bangkala, Tamalatea, dan Kecamatan Bontoramba. Luapan ini mengakibatkan air setinggi 20 sampai 30 centimeter menggenangi jalan provinsi.
Tingginya luapan itu membuat para pengendara memperlambat laju kendaraannya. Bahkan sejumlah kendaraan roda dua terpaksa didorong di tengah genangan air. Kondisi ini membuat kendaraan mengalami kemacetan sepanjang tujuh kilometer. Kemacetan itu sendiri berlangsung selama empat jam.
Selain jalan poros, luapan air Sungai Pompengan ini juga menggenangi rumah warga dan pasar kuliner Boyong yang terletak di Kampung Boyong, Kelurahan Tonrokassi Timur. Sehingga ini tentu saja menyulitkan masyarakat dan para pedagang dalam melaksanakan aktivitasnya. Bukan itu saja, sekitar 70 hektare empang berisi ikan bandeng maupun udang siap panen, semuanya lepas ke laut bebas.
Hal ini disampaikan Camat Tamalatea, Haji Basir saat ditemui BKM di ruang kerjanya, kantor camat Tamalatea, Selasa kemarin (13/12). Lanjut H Basir mengatakan, khusus di Kecamatan Tamalatea, kerugian ditaksir mencapai miliaran rupiah akibat banjir yang merendam empang siap panen baik ikan bandeng maupun udang seluas 70 hektare milik warga.
”Dalam musibah ini, tidak ada warga yang dilaporkan meninggal dunia akibat banjir ini. Juga rumah warga tidak ada yang hanyut tapi hanya terendam,” kata Basir.
Hal ini diperjelas Dandim 1425 Jeneponto, Letkol Sandy. Dikatakan, banjir ada dibeberapa titik banjir di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Bangkala, Tamalatea, dan Kecamatan Bontoramba. Namun sampai saat ini belum ada laporan masuk baik korban jiwa maupun rumah warga yang hanyut dibawa banjir.
”Berita di Sosmed yang mengatakan ada korban jiwa yang bernama Lembang umur 80 tahun, meninggal bukan karena banjir tetapi karena sakit,” jelas Sandy.
Bupati Jeneponto, Iksan Iskandar mengatakan, menghadapi musim penghujan ini, pihaknya sangat prihatin atas musibah banjir yang melanda tiga kecamatan. Namun tidak ada korban jiwa dan rumah warga yang hanyut. Hanya saja, jalan macet karena air bah menerjang jalan-jalan nasional di beberapa titik. Selaku pemerintah daerah, pihaknya telah memerintahkan kepada l, desa, camat, BPPMD untuk mendata berapa kerugian masyarakat yang ditimbulkan akibat adanya banjir ini.
”Kita bantu untuk meringankan beban masyarakat yang terkena musibah. Tapi datanya harus akurat,” jelas Iksan Iskandar.
Kepala BPBD Jeneponto, H Anwaruddin Munassar, mengatakan, pihaknya sedang melakukan pendataan di lokasi bencana banjir ditiga titik baik di Kecamatan Bangkala, Kecamatan Tamalatea, dan Kecamatan Bontoramba. Namun sampai saat ini belum ada laporan masuk baik yang meninggal dunia maupun yang rumahnya hanyut terbawa banjir. ”Meski demikian, kita tetap membantu warga baik itu makanan siap saji beras dan lainnya kita akan segera drop atau suplay secepatnya untuk meringankan beban masyarakat. Juga, kita sudah berkoordinasi dengan dinas kesehatan Jeneponto untuk membantu warga yang terganggu kesehatannya akibat banjir,” jelas Anwaruddin Munassar. (krk/mir/c)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top