Berita Kota Makassar | Pengeloaan Sampah Dianggarkan Rp10 M
Metro

Pengeloaan Sampah Dianggarkan Rp10 M

MAKASSAR, BKM– Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kota Makassar telah menganggarkan pembiayaan penyelenggaraan pengelolaan sampah yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pokok 2017 sebesar Rp10 miliar.
Bahkan melalui sosialisasi Peraturan Daerah No 4 tahun 2011 tentang pengelolaan sampah, DPRD Makassar telah menginformasikan ke masyarakat terkait sanksi dalam perda tersebut.
Anggota Komisi A DPRD Makassar, Mesakh Raymond Rantepadang mengatakan, tahun ini pemerintah kota dan dewan telah sepakat menganggarkan pengelolaan sampah di kelurahan, kecamtan hingga RT/RW.
“Tahun ini kita menganggarkan untuk pengelolaan sampah di setiap kecamatan dan kelurahan sebesar Rp10 miliar. Anggaran itu berada dalam APBD Pokok 2017,” ucapnya.
Bahkan, tegas Mesakh, pemerintah kota juga wajib memberikan kompensasi kepada orang sebagai akibat dampak negatif yang ditimbulkan oleh kegiatan penanganan sampah di tempat pemrosesan akhir sampah, jelasnya saat melakukan sosialisasi pengelolaan sampah di Hotel Grand Imawan, Jalan Pengayoman Makassar, Selasa (13/12).
Legislator Fraksi PDIP ini menambahkan, Pemerintah Kota Makassar dalam melakukan penanganan sampah juga dapat memfasilitas pembentukan lembaga pengolaan sampah pada kawasan pemukiman, kawasan kumuh, kawasan industri, fasilitas sosial, fasilitas umum dan fasiltas lainya.
“Pemkot wajib membentuk BLUD persampahan setingkat unit kerja pada SKPD untuk mengelola sampah,” tuturnya.
Selain itu, ia juga merekomendasikan pemkot untuk rutin melakukan penyuluhan dan pembinaan teknis pengelolaan sampah, memeriksa instalasi dan meminta laporan dan/atau keterangan dari pihak yang bertanggung jawab atas kegiatan pengelolaan sampah. Sebab jika melanggar tentu ada sanksi pidana yang diberikan yakni diancam pidana kurungan paling lama 3 (tiga) bulan atau denda paling banyak Rp50 juta rupiah.
Sanksi itupun berlaku untuk orang yang melakukan pembuangan sampah di lokasi yang tidak diperuntukkan sebagai tempat pembuangan sampah.
Sementara itu, Direktur Bank Sampah, Saharuddin Ridwan menuturkan bahwa masyarakat sampai saat ini masih sulit memisahkan mana sampah organik dan sampah non organik, mana yang bernilai uang mana yang tidak.
“Masyarakat masih sulit membedakan sampah organik dan non organik. Padahal sampah botol kaleng itu bisa bernilai ekonomis,” tuturnya.(ita)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top