Gojentakmapan

Kejari Tetapkan Tersangka Kasus Sertipikat di Kawasan Hutan

MAROS, BKM — Pengusutan kasus penerbitan 40 buah sertipikat bidang tanah di kawasan hutan milik negara di Dusun Arra, Desa Tompobulu, Kecamatan Tompobulu, terus berlanjut. Setelah memeriksa 23 orang saksi, Kejari Maros akhirnya menetapkan tersangka. Meski begitu, Kejari Maros belum ingin menyebutkan nama tersangka.
Hal itu diungkapkan Penyidik Kejari Maros, Muhammad Khusaini kepada wartawan, akhir pekan lalu. Khusaini menyebutkan, sejauh ini Kejari Maros telah membidik tersangka dalam kasus itu. Kasus yang terjadi pada tahun 2011 lalu, telah menyebutkan ada beberapa orang yang menjadi tersangka. ”Kami sudah menetapkan tersangkanya. Tapi untuk saat ini kami belum bisa mempublish nama-nama tersangka. Yang pasti ada beberapa orang,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Maros, M Farhan, menambahkan, rumitnya penyelidikan kasus penerbitan sertipikat lahan negara ini, membuat pihak Kejari berhati-hati dalam mengambil langkah. Makanya, penanganan terkesan lamban. Padahal, kata Farhan, pihaknya enggan mengambil sikap gegabah.
Farhan menambahkan, sejauh ini Kejari Maros masih bisa menangani kasus tersebut. ”Kasus ini masih diusut Kejari Maros. Tapi kami selalu mengkoordinasikan ke Kejati terkait kasus ini. Kejati belum mengambil alih penanganan kasusnya,” jelasnya.
Sekadar diketahui, dilidiknya kasus ini setelah ditemukan adanya sertipikat bidang tanah di kawasan hutan yang merupakan lahan milik negara di Dusun Arra, Desa Tompobulu, Kecamatan Tompobulu yang diterbitkan BPN Maros untuk perorangan ditahun 2011. Kejari mencium adanya dugaan penyalahgunaan kewenangan yang dilakukan instansi terkait, sehingga sertipikat lahan tersebut bisa terbit. (ari/mir/c)

loading...
Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top