BLH Tinjau Ulang Limbah Pabrik – Berita Kota Makassar
Sulselbar

BLH Tinjau Ulang Limbah Pabrik

TINJAU -- Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Sidrap akan melakukan peninjauan ulang limbah pabrik tali rafia CV Al Amin di Panreng, Kecamatan Baranti, Kabupaten Sidrap.

SIDRAP, BKM — Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Sidrap akan melakukan peninjauan ulang limbah pabrik tali rafia CV Al Amin di Panreng, Kecamatan Baranti, Kabupaten Sidrap.
Kabid Penaatan dan Komunikasi Lingkungan BLH Sidrap, Andi Baso, mengaku siap melakukan peninjauan ulang limbah pabrik tali rafia yang diduga mencemari lingkungan dan menggangngu kesehatan masyarakat.
“Kami siap melakukan peninjauan ulang bilamana sudah ada masyarakat yang terkena dampak masuk melapor ke kantor Badan Lingkungan Hidup terkait dugaan pencemaran lingkungan hingga mengganggu kesehatan warga,” katanya.
Ia mengklaim pabrik tersebut sudah mengantongi surat izin gangguan Hinderordonnantie (HO). Izin ini, katanya tidak semerta-merta keluar harus melalui beberapa tahapan mulai dari persetujuan warga atau tetangga yang akan terkena dampak hingga persetujuan pemerintah setempat.
Izin tersebut, diberikan kepada kegiatan usaha kepada orang pribadi atau badan di lokasi tertentu yang berpotensi menimbulkan bahaya kerugian dan gangguan, ketentraman dan ketertiban umum.
“Akan tetapi jika ada keluhan dari warga dengan dugaan pencemaran lingkungan hingga mengganggu kesehatan dari asap maupun limbah pabrik itu, maka akan dilakukan peninjauan ulang lokasi,” ucapnya.
Andi Baso mengaku, sebelumnya awal berdirinya pabrik tersebut warga juga pernah mengeluhkan cerobong asap dan bunyi mesin yang beroperasi siang malam sehingga tim BLH turun melakukan peninjauan sekaligus mempertemukan pihak pabrik dan warga setempat.
Pertemuan dihadiri Kapolsek, Danramil, Kepala Kelurahan hingga Camat Baranti. “Pada saat itu, didiskusikan terkait masalah dampak lingkungan yang diakibatkan oleh pabrik tali rafia ini termasuk Instalasi pengolahan Air limbah (IPAL),” tandasnya.
Lurah Panreng, Sudirman saat dihubungi melalui ponselnya mengaku pemerintah setempat telah berupaya mempertemukan kembali pihak pabrik dengan warga terkena dampak.
“Ini baru kita cari solusinya terkait dugaan pencemaran lingkungan dan gangguan kesehatan akibat produksi pabrik tali rafia itu, karena kami tidak mau ada perselisihan antara pihak pabrik dan warga setempat,” singkatnya. (ady/C)

Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top