11 Sekolah Raih Adiwiyata, Dokter Ahli Digaji Rp25 Juta – Berita Kota Makassar
Headline

11 Sekolah Raih Adiwiyata, Dokter Ahli Digaji Rp25 Juta

BKM/SUHERMAN KARIM H Muslimin Bando

TAK terasa, sudah tiga tahun satu bulan pasangan Drs H Muslimin Bando,SPd dan Muh Amiruddin,SH menjadi bupati dan wakil bupati Enrekang. Di bawah kepemimpinan keduanya, Bumi Massenrempulu terus bertumbuh.

Laporan: Suherman Karim

SETELAH dilantik pada bulan Oktober 2013, pasangan yang akrab disebut MBA (mengambil inisial nama Muslimin Bando-Amiruddin) langsung tancap gas. Salah satu program yang digelorakan adalah Gerakan Membangun Enrekang Maju, Aman dan Sejahtera (Gerbang Emas).
Selain itu, bupati yang akrab disapa MB ini terus menggenjot
pembangunan dalam beberapa sektor di Bumi Massenrempulu. Antara lain pembangunan infrastruktur jalan, jembatan, irigasi, pertanian, pendidikan dan kesehatan.
“Alhamdulillah, tahun 2016 kita telah melaksanakan pembangunan di berbagai sektor. Mulai dari infrastruktur, pertanian, kesehatan hingga pendidikan,” kata Muslimin Bando di kediamannya Jalan Gotong Royong, Kelurahan Kambiolangi, Kecamatan Alla, kemarin.
Di masa kepemimpinanya, pada tahun 2016 ini, MB telah berhasil membagikan alat pertanian cultivator sebanyak 730 buah kepada kelompok tani di Enrekang. Artinya, hingga sekarang sudah ada kurang lebih 1.000 kelompok tani di daerah ini yang sudah mendapatkan bantuan cultivator.
“Sisa kurang lebih 600 kelompok tani kita di Enrekang yang belum dapat cultivator. Insya Allah, 2017 mendatang kita akan bagikan kepada kelompok tani yang belum mendapatkannya,” janji MB.
Selain itu, selama kepemimimpinan MBA, sudah 2.000 titik embung-embung yang telah dibangun. Lokasinya tersebar di berbagai wilayah.
Pada sektor infrastruktur jalan, irigasi dan jebatan, masyarakat juga telah menikmatinya.
“Dulunya, masyarakat desa kalau ke pasar harus bermalam di pasar karena jalanan yang rusak. Sekarang, Alhamdullih warga sudah bisa PP (pergi pulang) kalau ke pasar,” jelas mantan loper koran ini.
Bidang pendidikan juga menunjukkan peningkatan prestasi. Kinerja para guru dan pengawas sekolah pada ujian kompotensi yang dilakukan Kementerian Pendidikan, Enrekang keluar sebagai juara tiga se-Sulsel.
Yang paling menggembirakan, lanjut bupati yang pernah menjadi guru ini, sebanyak sebelas sekolah di Enrekang menerima penghargaan Adiwiyata dari Menteri Lingkungan Hidup. Mulai dari tingkat SD, SMP hingga SMA.
“Bulan ini kita yang terbanyak di Sulsel menerima penghargaan Adiwiyata,” ujarnya.
Selama ini, bidang kesehatan selalu menjadi sorotan. Itu sebagai dampak dari terjadinya kekurangan dokter. Akibatnya, banyak warga yang berobat keluar daerah.
Merespons persoalan itu, MB kemudian mendatangkan empat dokter ahli dari Unhas. Oleh suami Hj Johra itu, dokter ahli tersebut digaji dengan angka yang terbilang fantastis. Rp25 juta per bulan.
Prestasi lain yang telah ditorehkan di bawah kepemimpinan MB, Enrekang telah berhasil meraih 40 penghargaan. Baik di tingkat provinsi maupun nasional.
Untuk tahun 2016 ini saja, tercatat ada 20 penghargaan yang telah diraih. Tiga diantaranya pada skala nasional. Masing-masing juara II Pemanfaatan Pekarangan Rumah Hatinya PKK tingkat Nasional. Juara II Cipta Menu B2SA (Berimbang, Bergizi, Sehat dan Aman). Diraih pada Hari Pangan Sedunia Tingkat Nasional ke-36 di Jawa Barat, baru-baru ini. Menjadi KWT terbaik nasional pada Lomba Gotong Royong.
Selain itu juga, MB juga telah berhasil mencetak sarjana-sarjana baru dari kalangan pegawainya. Sedikitnya kurang lebih 1.000 orang yang telah menyelesaikan kuliahnya. Baik strata satu (S1) maupun S2. Ia memberikan kebijakan izin belajar kepada .
”Sejak dilantik pada bulan Oktober 2013, visi misi saya yang utama adalah memberi peluang sebesar-besarnya bagi pegawai untuk melanjutkan pendidikannya. Caranya, dengan mengubah hari kerja dari 6 hari menjadi 5 hari. Sabtu dan Minggu libur. Itu kesempatan bagi pegawai untuk menuntut ilmu,” ujar bapak empat anak ini.
Bidang pertanian juga telah menunjukkan peningkatannya. Setiap tahun, produksi petani bawang merah mencapai 6.000 ton. Lahan pertanian yang tersebar di Kabupaten Enrekang seluas 6.000-7.000 hektare.
Omzet dari petani per satu kali panen mencapai Rp1,5 triliun. Melampaui PAD (Pendapatan Asli Daerah) Enrekang 2016 yang tidak lebih dari Rp1 triliun.
“Petani bawang kita dalam per hektarenya menghasilkan 10 ton. Sedangkan luas lahan pertanian bawang merah kita 6.000-7.000 hektare,” kata Muslimin Bando.
”Jika dikalikan dengan 6.000 ton dengan harga bawang merah sekarang Rp25 ribu, berarti uang yang masuk Enrekang melalui bawang merah mencapai Rp1,5 triliun. Lebih besar daripada PAD-nya Enrekang 2016,” tambahnya.
Atas capaian itu, menurut Muslimin, bank-bank yang ada di daerah ini memperoleh peringkat penabung terbesar. Selain itu, Bumi Massenrempulu juga masuk tiga besar penghasil bawang merah di Indonesia. Karenanya, Enrekang bisa penentu terjadinya inflasi.
”Bukan hanya bawang. Tapi kita juga penghasil wortel, kol, kentang, cabe, kopi, lada, cengkeh dan masih banyak hasil bumi lainya,” kunci Muslimin Bando. (*/rus)

Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top