Berita Kota Makassar | Petani Keluhkan Pupuk Langkah
Sulselbar

Petani Keluhkan Pupuk Langkah

TAK ADA -- Tanaman padi yang kini berumur 15 hari dan saatnya untuk diberi pupuk, tapi pupuk di lapangan sulit didapatkan.

SOPPENG, BKM — Petani di Kabupaten Soppeng mengeluhkan langkahnya pupuk urea. Kelangkaan pupuk ini dikhawatirkan bisa mengganggu masa tanam padi jika kondisinya berlangsung lama.
Beberapa petani yang datang ditempat pengecer, hanya bisa gigit jari karena persediaan pupuk. Menurut pengecer kelangkaan pupuk terjadi karena pihak distributor khusus Kecamatan Liliriaja jatah pupuk bersubsidi tahun 2016 sudah habis. ”Jatah pupuk tahun 2016 sudah habis,” ujar Makkulawu Pengurus Gapoktan kemarin.
Menurut Makkulawu kelangkaan pupuk baru akan normal Januari tahun depan. Hanya masalahnya para petani umumnya umur tanaman padi mereka rata rata sudah 10 hari sehingga kurang lebih seminggu lagi sudah waktunya dipupuk pertama dan itu tanaman padi tak bisa menunggu tak dipupuk. Jadi kalau harus menunggu sampai Januari dikhawatirkan kondisi tanaman tidak akan subur.
Salah seorang petani Palemmui mengaku gelisah dengan kondisi ini. Dia berharap hal ini tidak sampai terjadi, karena kalau Januari baru tanaman padi mereka dipupuk, itu dipastikan pertumbuhan tanaman padi mereka lambat dan akan mempengaruhi hasil produksi
”Bukan hanya dipengecer pupuk kosong tapi sudah sampai ditingkat agen stoknya juga habis,” ujar Muslimin pengurus Gapoktan lainnya.
Pejabat Distributor Pupuk Kaltim Salman mengatakan sebenarnya pupuk urea di gudang banyak. Hanya masalahnya kuota untuk tahun 2016 beberapa kecamatan sudah habis termasuk Liliriaja.
”Kami selaku distributor tidak berani lagi menambah kuota kalau tidak ada perintah dari Dinas Pertanian Soppeng,” tandas Salman. (fir)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top