Lagi, PNS Unhas Disebut Jadi Calo – Berita Kota Makassar
Headline

Lagi, PNS Unhas Disebut Jadi Calo

MAKASSAR, BKM — Satu persatu jaringan percaloan penerimaan mahasiswa baru Unhas terbongkar. Tersangka Rahmatia mengungkap mereka yang terlibat dalam komplotannya.
Terbaru, pegawai negeri sipil (PNS) yang sebelumnya bertugas di bagian arsip rektorat Unhas itu, menyebut dua nama. Masing-masing Daud dan Irwan. Mereka disebutkan berstatus sebagai PNS Unhas.
”Tersangka Rahmatia menyebutkan dua nama PNS Unhas yang masuk dalam jaringannya. Daud dan Irwan diduga mendapat aliran dana dari tersangka Rahmatia,” jelas Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani, kemarin. Ia dimintai konfirmasinya usai mendampingi Kapolda Sulsel, Irjen Pol Anton Charliyan merilis pengungkapan kasus sabu-sabu di Polres Pelabuhan.
Dijelaskan Dicky, kasus percaloan tersebut kini ditangani Polrestabes Makassar. Sebelumnya, diproses di Polsek Tamalanrea.
”Penanganan kasusnya sekarang di polrestabes. Ini untuk mempercepat proses penyelesaian,” tandasnya.
Dicky yang belum lama menjabat Kabid Humas Polda Sulsel, menegaskan kasus ini bukan hanya penipuan. Tetapi sudah masuk dalam ranah korupsi. Sebab, perbuatan kedua tersangka membuat dirinya dan orang lain mendapatkan keuntungan.
Kepala Sub Bagian (Kasubag) Polrestabes Makassar, Kompol Burhanuddin membenarkan jika dua tersangka percaloan, Rahmatia dan Nurjannah kini berada di dalam sel mapolrestabes. Proses hukumnya diambilalih penyidik Reskrim Polrestabes Makassar.
”Baru tersangka Rahmatia yang bicara. Dia menyebut dua PNS Unhas, Daud dan Irwan yang diduga terlibat percaloan. Sementara Nurjannah tidak mau menyebutkan siapa-siapa yang terlibat,” terang Burhanuddin, kemarin.
Pengakuan Rahmatia alias Ita itu masih didalami penyidik. Polisi mengagendakan memanggil Daud dan Irwan.
Bagaimana dengan seorang dokter pemilik sebuah rumah sakit bersalin yang juga diduga terlibat dalam kasus ini? Burhanuddin belum memberikan konfirmasi yang pasti. Penyidik masih terus melakukan pengembangan.
BKM mencoba mengkonfirmasi dr AR di kampus akademi kebidanan yang dikelolanya. Namun, dr AR tidak bersedia ditemui.
Salah seorang karyawan di kampus Jalan Perintis Kemerdekaan itu hanya sedikit bicara. ”Kan sudah terlapor (dr AR). Jadi tunggu saja panggilan polisi,” cetusnya.
Wakil Rektor III Unhas, Dr Ir Abdul Rasyid Jalil,MSi yang dikonfirmasi, terpisah kemarin, mengakui jika Daud merupakan PNS Unhas. Ia bertugas di bagian workshop. Tidak berhubungan lagi denagn administrasi Unhas.
”Betul, memang ada nama Daud yang bertugas di Bagian Workshop Unhas. Tapi kalau Irwan saya tidak tahu, dia PNS mana. Bukan PNS di Unhas,” terangnya.
Mencuatnya kasus percaloan ini, pihak Unhas telah mengumpulkan seluruh dosen, staf, pegawai dan seluruh civitas akademika. Mereka diminta untuk menjadikan kejadian ini sebagai pelajaran bersama. Jangan ada yang berbuat curang dalam proses penerimaan mahasiswa baru. “Tidak boleh terjadi lagi kasus seperti ini,” tandasnya. (jul-jun-ita/rus)

Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top