Jaksa Samboritta Jadi Inovasi Cegah Tipikor – Berita Kota Makassar
Headline

Jaksa Samboritta Jadi Inovasi Cegah Tipikor

MAKASSAR, BKM — Program Jaksa Samboritta yang digagas Harian Berita Kota Makassar (BKM) bekerja sama kejaksaan, Pemkot Makassar serta Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), mendapat apresiasi.
Pada peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia, Jumat (9/12), Direktur Utama Harian BKM, Mustawa Nur mendapatkan pin anti korupsi. Penyematannya dilakukan Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo. Ia bertindak selaku inspektur upacara di halaman kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel.
Hadir dalam acara ini Kepala Kejati Sulsel Hidayatullah, Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto, pejabat Pemprov Sulel dan Pemkot Makassar, serta aktivis anti korupsi
Pin anti korupsi merupakan penghargaan bagi BKM. Koran ini menjadi satu-satunya media lokal yang membuat inovasi dalam mencegah tindak pidana korupsi (tipikor) di SKPD lingkup Pemkot Makassar.
Melalui program Jaksa Samboritta, SKPD mendapat penyuluhan serta sosiaisasi pencegahan korupsi. Materinya disampaikan jaksa Kejari Makassar. Tak terkecuali Kajari Makassar, Deddy Suwardi Surachman.
Dirut BKM, Mustawa Nur mengatakan, penghargaan yang diterima ini menjadi motivasi dan dorongan untuk terus mengkampanyekan pencegahan tipikor.
”Ini buah dari kerja keras kami bersama tim Jaksa Samboritta. Juga dukungan dari Kajati Sulsel dan Wali Kota Makassar. Berita Kota Makassar kini menjadi garda terdepan dalam mencegah terjadinya tindak pidana korupsi,” kata Mustawa usai acara.
Ia berharap, Jaksa Samboritta tidak hanya berhenti di Makassar. Mustawa mengakui, pihaknya akan membuat terobosan serta inovasi baru lagi. Tentunya agar lebih berkualitas dan bermanfaat bagi masyarakat.
Sementara itu, usai salat Jumat, Hari Anti Korupsi diperingati dengan aksi demo berbagai elemen mahasiswa. Mereka memenuhi jalanan di bawah jembatan flyover.
Dengan membawa bendera dan spanduk, para demonstran menguasai sebagian Jalan AP Petta Rani dan Urip Sumoharjo. Mereka menuntut pemerintah dan aparat penegak hukum untuk menyelesaikan berbagai kasus korupsi yang tak kunjung tuntas.
Akibatnya, Jalan AP Petta Rani menuju flyover dialihkan ke Jalan Urip Sumoharjo. Sementara pengendara dari arah Bawakaraeng yang hendak masuk ke Jalan AP Petta Rani terpaksa dialihkan ke arah Urip-Perintis. Sebab, di area bagian bawah jembatan Flyover telah dikuasai ratusan mahasiswa dan tak ada satupun kendaraan yag bisa melintas.
Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto memanfaatkan momentum peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia kali ini untuk menciptakan tata kelola pemerintahan yang bersih dan transparan.
Selama ini, Danny telah menekankan kepada seluruh jajarannya untuk mengedepankan transparansi dalam mengelola anggaran, aset, dan menjalankan kebijakan di internal pemerintahannya.
Ia juga menggandeng instansi atau lembaga terkait lainnya untuk memujudkan harapannya seperti koordinasi dengan TP4D (Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintahan dan Pembangunan Daerah) Kota Makassar. Juga memperkuat fungsi Majelis Pertimbangan Tuntutan Perbendaharaan dan Tuntutan Ganti Rugi (TP-TGR) Pemkot Makassar.
“Perang melawan korupsi telah menjadi agenda nasional. Momentum Hari Anti Korupsi membuat kita semakin transparan,” ujarnya, kemarin. (mat/rus)

Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top