Headline

3 Ton Ikan Berformalin Ditawarkan dengan Harga Murah

MAKASSAR, BKM — Warga Makassar hendaknya berhati-hati. Sebab daerah ini menjadi sasaran penjualan ikan berformalin dari luar provinsi.
Itu terbukti dari pengungkapan yang dilakukan tim gabungan Polda Sulsel. Terdiri dari Direktorat Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Sulsel, Reksrim Polres Pelabuhan dan Polsek Soekarno-Hatta (Soeta). Sedikitnya tiga ton ikan yang berformalin berhasil digagalkan peredarannya.
Kapolda Sulsel, Irjen Pol Anton Charliyan langsung menginstruksikan untuk segera memeriksa ikan tersebut di laboratorium. Pemeriksaan melibatkan Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Makassar.
Hasilnya, ikan itu positif mengandung formalin. Diangkut menggunakan KM Adi Wijaya 01, yang dinahkodai Normansyah.
Anton kemudian mengundang Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo dan Wali Kota Makassar Moh Ramadhan Pomanto ke Jalan Sabutung Baru. Tepatnya di Pelabuhan Paotere, Jumat (9/12).
Anton kemudian menjelaskan kronologis penangkapan ikan merah ini. Bermula saat tim gabungan menerima informasi adanya ikan yang masuk ke pelabuhan Paotere dalam jumlah banyak.
”Karena dicurigai, langsung dilakukan pemeriksaan. Sampel ikan diambil. Selanjutnya diinstruksikan agar segera dilakukan pemeriksaan cepat. Ternyata mengandung formalin,” jelas Anton.
Disebutkan Kapolda, ikan yang digagalkan peredarannya ini berasal dari Banjarmasin. Pelakunya menyuntik ikan dengan menggunakan formalin.
”Tim gabungan curiga saat mendapati kapal membawa ikan dan menjualnya dengan harga murah. Beruntung, belum berhasil diedarkan, kita sudah mengamankannya. Kapal yang mengangkutnya telah disita,” terang Kapolda.
Pelaku utama dalam kasus ini, menurut Anton, masih dalam pengejaran. Nahkoda kapal telah diamankan. Namun statusnya belum dijadikan tersangka, karena hanya ditugaskan membawa ikan.
Dalam kesempatan itu, Kapolda juga menjelaskan pihaknya telah mengamankan 27 orang pelaku ilegal fishing di Kabupaten Kepulauan Selayar.
Kepala Bidang Pemeriksaan dan Penyelidikan BPOM Makassar, Martini mengakui kalau ikan yang diamankan polisi mengandung bahan berbahaya. Ikan-ikan tersebut selanjutnya masih akan diperiksa secara teliti.
”Masih dilakukan pemeriksaan. Kapolda ingin mengetahui formalin yang digunakan pelaku. Niatnya ingin menyelamatkan masyarakat agar tidak mengonsumsi ikan berformalin. Karena formalin gunanya untuk mengawetkan orang mati dan kayu,” jelas Martini. (ish/rus)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top