Narkoba Dominasi di Kejari Maros – Berita Kota Makassar
Gojentakmapan

Narkoba Dominasi di Kejari Maros

MAROS, BKM — Dari sekian banyak kasus pidana umum yang ditangani Kejaksaan Negeri (Kejari) Maros, sebanyak 45 persen di antaranya merupakan kasus penyalahgunaan narkotika. Ironisnya, baik pelaku maupun korban didominasi kalangan remaja usia produktif.
Hal ini dikatakan Kepala Kejaksaan Negeria (Kajari) Maros, Farhan, saat menerima kunjungan pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Nasional Anti Narkotika (GRANAT) Maros di ruang kerjanya, Selasa (6/12). Menurutnya, kasus Narkoba di Maros tiap tahunnya meningkat 30 hingga 40 persen dan sudah dalam tahap memprihatinkan.
”Kondisi ini memang sangat memprihatinkan. Maros sudah bukan lagi sebagai tempat transit. Tapi sudah menjadi target peredaran Narkoba. Fakta ini terungkap dari data kasus yang kami tangani dari tahun ke tahun. Dulunya mereka pendatang, tapi sekarang ini rata-rata warga Maros,” terangnya.
Selain itu, Kajari mengungkap beberapa fakta dalam penanganan perkara narkotika di Maros, titik pertama transaksinya ada lokasi wisata kuliner Pantai Tak Berombak (PTB). Olehnya, Kajari meminta ada upaya khusus oleh pihak terkait untuk meminimalisir aktifitas negatif dari pengunjung.
Senada dengan hal itu, Kapolres Maros, AKBP Erik Ferdinand juga mengakui adanya aktivitas menyimpang di PTB oleh beberapa pengunjung yang datang. Ia berjanji akan segera berkoordinasi dengan jajarannya untuk secara khusus melakukan pengamanan di area itu. ”Kami akan bicarakan ini secara internal dulu, tentunya kami berharap ada formulasi pola pengamanan khusus di sana,” katanya.
Dari sisi penanganan kasus Narkoba, lanjut Erik, Maros termasuk wilayah yang cukup memprihatinkan. Pasalnya, dari 34 kabupaten/kota, Polres Maros masuk diurutan kedelapan. Dari tahun 2014, Polres menangani 12 kasus, kemudian meningkat ditahun 2015 menjadi 24 kasus. Saat ini, jumlah kasus yang ditangani Polres pada bulan November 2016 sudah mencapai 43 kasus.
”Tiap tahunnya memang, hampir semua wilayah meningkat. Makanya kita sebagai aparat penegak hukum juga meminta agar semua pihak terlibat aktif karena persoalan Narkoba ini menjadi tanggung jawab kita bersama-sama,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Granat Maros, Mulyadi Wahid, menjelaskan, harus ada upaya khusus yang dilakukan semua pihak terkait dalam penanggulangan narkotika ini. Pihaknya, merencanakan training of trainer bagi seluruh penceramah atau dai di Maros agar program sosialisasi Narkoba bisa dilakukan tiap saat ke masyarakat.
”Kami berharap dengan program itu, penceramah setiap kutbah Jumat bisa membawakan materi tentang Narkoba dari sisi keagamaan dan ancaman hukumnya. Gerakan seperti ini kami yakin akan sangat efektif untuk mencegah penggunaan dan peredaran Narkoba,” tuturnya.? (ari/mir/c)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top