Headline

Masih Ada Pelaku Lain Berkeliaran

SIDRAP, BKM — Dua calo penerimaan mahasiswa baru (maba) Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Hasanuddin (Unhas) telah ditangkap. Meski begitu, masih ada pelaku lain yang hingga saat ini berkeliaran.
Hal itu mengacu pada proses hukum yang kini tengah ditangani penyidik Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polres Sidrap. Hj Nanna, seorang warga Jalan Nene’ Mallomo, Kelurahan Rijang Pitu, Kecamatan Maritengngae melaporkan kasus serupa.
Pegawai Negeri Sipil (PNS) Dinas Kesehatan Pemkab Sidrap itu telah melapor ke Polres Sidrap tanggal 17 November 2016. Nomor laporannya 645/XI/2016/SPKT.
Dalam laporannya, Hj Nanna menyeret nama Muhsin Halelie,SSos,MSi, warga Kelurahan Kadidi, Kecamatan Maritengngae, Sidrap. Belakangan diketahui, Muhsin adalah seorang PNS aktif di Makassar.
Hj Nanna menjelaskan modus dugaan penipuan yang dialaminya. Ketika itu anaknya hendak masuk ke Fakultas Kedokteran Unhas.
Ia kemudian bertemu dengan Muhsin, melalui perantara rekan korban bernama Hj Hafsah. Pertemuan berlangsung 4 Desember 2014.
Janji Muhsin ketika itu, akan membantu meluluskan anak Hj Nanna. Tentu ada syaratnya. Hj Nanna mesti membayar Rp63.500.000.
Persyaratan itupun sanggup dipenuhi Hj Nanna. Namun dia meminta agar pembayaran dilakukan bertahap.
Awalnya, Hj Nanna menyetor secara tunai kepada Muhsin sebesar Rp50 juta. Uang tersebut sebagai jaminan. Pembayaran disertai bukti kuitansi.
Kepada Hj Nanna. Muhsin mengaku uang tersebut akan diserahkan kepada seseorang bergelar profesor di Unhas. Sang profesor disebutkan sebagai penentu kelulusan untuk masuk Fakultas Kedokteran.
Pada tanggal 10 Februari 2015, Muhsin kembali mendatangi korban. Ia meminta uang tambahan sebanyak Rp5 juta.
Menjelang penentuan kelulusan, pelaku kembali meminta sisa uang yang dijanjikan. Besarannya Rp8,5 juta. Uang tersebut kemudian ditransfer Hj Nanna melalui rekening BRI milik atas nama Sumiati.
Sumiati juga disebutkan sebagai salah seorang penentu kelulusan di bagian administrasi Fakultas Kedokteran Unhas.
Waktu terus berjalan. Kelulusan yang dijanjikan tak kunjung terwujud. Nama anak Hj Nanna tidak tercantum dalam pengumuman kelulusan di FK Unhas.
Tapi, pelaku terus berusaha meyakinkan Hj Nanna. Anaknya tetap akan masuk FK Unhas melalui jalur non subsidi (JNS).
Namun, janji tinggal janji. Dua kali pengumuman keluar, dua kali pula nama anak korban tidak muncul alias tak lulus.
Hj Nanna merasa tertipu. Ia kemudian meminta uangnya dikembalikan. Namun pelaku hanya selalu berjanji. Akhirnya, korban melapor ke Polres Sidrap.
”Dua tahun korban dijanji uangnya yang Rp63,5 juta mau dikembalikan. Namun sampai sekarang tak pernah terwujud. Korban kemudian melapor ke polisi,” ungkap Kasat Reskrim Polres Sidrap, AKP Chandra Yudha Pranata, Rabu (7/12).
Menurut AKP Chandra, pihaknya masih terus mendalami kasus ini. Termasuk, apakah ada keterkaitannya dengan dua calo penerimaan maba FK Unhas yang telah ditangkap dan kini diamankan di Polrestabes Makassar.
”Kasusnya masih kita selidiki. Karena terlapor Muhsin Halelie, seorang PNS di Makassar, belum pernah datang memenuhi panggilan. Kita sudah dua kali melakukan pemanggilan. Kalau panggilan ketiga dia tidak juga datang, maka yang bersangkutan akan kami jemput paksa,” tegasnya.
AKP Chandra menambahkan, sejauh ini baru ada satu orang warga Sidrap yang melapor terkait penipuan penerimaan maba FK Unhas.
”Baru satu orang melapor. Saksinya juga baru satu orang yang sudah diperiksa, yakni H Abd Muin. Kami harap warga Sidrap yang merasa pernah tertipu dengan kasus ini segera melapor,” tandasnya.
Ditemui terpisah, Hj Nanna meminta agar kasus yang menimpanya segera dituntaskan. Dan tak kalah pentingnya, semua uang yang telah diserahkannya ke pelaku, agar dikembalikan.
”Saya serahkan sepenuhnya ke polisi. Semua bukti-bukti dan saksi sudah ditangani penyidik. Yang terpenting uang saya dikembalikan semua,” cetusnya, kemarin. (ady/rus/b)

loading...
Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top