Andalan Anak Kos dan Wanita Karir – Berita Kota Makassar
Headline

Andalan Anak Kos dan Wanita Karir

BKM/RAHMAWATI AMRI PRASMANAN-Pengunjung menikmati sajian di Warung Prasmanan Hari-hari milik Faisal Sinaga.

PULUHAN jenis masakan setiap harinya disuguhkan kepada para pengunjung rumah makan. Untuk lauk saja lebih dari 10 macam.

Laporan: Rahmawati Amri

ANEKA masakan berbahan ikan, telur, ayam, tempe, tahu dan lainnya bisa dinikmati. Sayur ada yang berkuah. Ada juga ditumis. Ada pula oseng-oseng.
Belum lagi sambel yang disiapkan selalu menggugah selera makan. Mulai sambel tumis, sambel terasi, sambel tomat, hingga racca-racca mangga.
Ternyata, kehadiran rumah makan prasmanan itu tidak hanya membantu para karyawan yang berkantor di sekitaran Mappanyukki. Namun juga oleh anak kos yang banyak tinggal di sekitar lokasi tersebut. Belum lagi bagi wanita karir yang tak sempat masak.
Salah seorang langganan, Risma Diana mengaku cukup terbantu dengan rumah makan Warung Prasmanan Hati-hari. Ketika akan pulang usai kerja, sekitar pukul 16.00 dia menyempatkan diri singgah untuk membeli lauk dan sayur.
Dia mengaku tak banyak waktu untuk masak jika pulang ke rumah. Penyebabnya, sudah letih karena pekerjaan kantor. Untuk praktisnya, dia memilih membeli lauk jadi di rumah makan tersebut.
“Jadi kalau pulang tinggal masak nasi. Lauknya sudah ada, ” ungkapnya.
Namun dia mengaku kerap kehabisan. Sehingga harus mencari warung lain yang menjual lauk.
Karyawan di salah satu perusahaan swasta itu juga kerap makan siang di warung tersebut.
“Lebih praktis dan efisien. Dibanding bawa makanan dari rumah. Atau mau ke rumah makan siang. Repot. Harganya pun terjangkau. Warungnya juga bersih, ” ungkapnya.
Hal yang sama dikemukakan Kinan. Mahasiswi salah satu perguruan tinggi yang kos di sekitaran Mappanyukki itu menjadikan Warung Prasmanan Hari-hari sebagai rumah kedua. Pagi, dia bisa sarapan di sana. Kalau tidak ke kampus, dia juga akan makan siang di sana.
“Pokoknya praktis deh. Sayang tidak buka sampai malam. Libur juga tutup,” ungkapnya.
Faisal Sinaga, pengelola dan pemilik Warung Prasmanan Hari-hari mengemukakan, sejak awal mendirikan warung, memang menyasar karyawan dan pegawai yang banyak bekerja di bilangan Ratulangi, Mappanyukki dan sekitarnya.
Karena itu, dia betul-betul memperhatikan kualitas dan kebersihan makanan yang disajikan. Dua faktor itu sangat penting untuk menarik minat pengunjung makan di tempatnya. Dan ternyata mendapat tempat di hati para pengunjung.
Dalam sehari, ratusan orang ke warung Faisal untuk mengisi ‘kampung tengah’. Karena kualitas yang ditawarkan cukup baik, pelanggannya terus bertambah sehingga dia harus memperluas warungnya. Rumah di sebelah kiri warungnya dibeli dan disatukan dengan warung yang sudah ada sebelumnya, sehingga bisa menampung lebih banyak pembeli lagi. (*/rus)

Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top