Disdik Ambil Alih Kantor Ombudsman – Berita Kota Makassar
Metro

Disdik Ambil Alih Kantor Ombudsman

MAKASSAR, BKM– Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto merestui Dinas Pendidikan Kota Makassar menggunakan Kantor Ombudsman di Jalan Sultan Alauddin untuk berkantor sementara.
Menurut Danny sapaan akrab Wali Kota Makassar, kondisi kantor Disdik Makassar yang berada di Jalan Hertasning memang cukup memprihatinkan, di samping bangunan kantor yang sempit dan tidak mampu menampung para pegawai, kantor tersebut juga tidak mampu lagi menyimpan dokumen milik disdik yang begitu banyak.
“Memang kantor disdik perlu berubah karena kondisinya cukup memprihatinkan. Mungkin tahun depan dipindahkan,” ucap Danny kepada BKM, Selasa (6/12).
Danny juga menambahkan, jika Kantor Disdik Makassar dipindahkan di Kantor Ombudsman Makassar, pihak Ombudsman tidak perlu khawatir, sebab pemerintah kota tetap menyediakan kantor agar tetap dapat melayani masyarakat.
“Bukan hanya kantor Disdikbud yang mau dipindahkan, karena banyak satuan kerja perangkat daerah (SKPD) nantinya yang akan dipindahkan kantornya karena ada SKPD yang dileburkan,” tuturnya.
Menyikapi hal itu, Ketua Ombudsman Makakassar, Khudry mengaku menerima apa yang diputuskan Wali Kota Makassar. Hanya saja, dia berharap agar usulan Disdik Makassar yang meminta untuk berkantor di kantor Ombudsman dapat lebih dipertimbangkan.
“Saya tidak bisa banyak komentar, intinya saya ikut dengan putusan pimpinan dan berharap itu tidak terjadi. Karena sosialisasi kita pasti terganggu,” singkatnya.
Sehari sebelumnya, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Makassar merekomendasikan Kantor Disdik Makassar dibangun enam lantai dan disiapkan lahan parkir.
Sekertaris Komisi D DPRD Makassar, Hamzah Hamid mengatakan, beban kerja yang ditanggung Dinas Pendidikan sangat besar, sementara kantor yang ditempatinya sudah tidak mampu menampung pegawai dan aktifitas di dalamnya.
“Coba jalan-jalan kesana, kantor Disdik sangat sempit sekali, sementara beban kerja untuk urusan guru sangat besar. Belum lagi, kemacetan setiap hari terjadi di depan kantor dinas, karena mobil milik pegawai terparkir di bahu jalan,” jelas Hamzah Hamid, Senin (5/12).
Lanjut Legislator Fraksi PAN Makassar ini bahwa segala urusan desain diserahkan penuh dewan kepada dinas pendidikan untuk mendekorasi sedemikian rupa. Hanya saja ia merekomendasikan agar enam lantai yang dibangun ada space untuk tempat parkir.
“Kan ada enam lantai nanti kita usulkan dua lantai, satu dan dua diperuntukkan untuk tempat parkir. Memang anggarannya terbilang sedikit, sehingga biar bangunan dulu yang berdiri,” bebernya.
Ketua Komisi D DPRD Makassar, Mudzakkir Ali Djamil juga menuturkan gedung perkantoran Dinas Pendidikan perlu dilakukan renovasi sehingga ada usulan dewan melakukan penambahan anggaran sebesar Rp 17 Miliar termasuk didalamnya pembenahan sekolah rusak. Terkait usulan dekorasi diserahkan ke Dinas Pendidikan.
“Kita hanya minta bangunannya tidak asal jadi, karena ruangan terbatas jadi ada beberapa lantai nanti dibangun untuk dokumen para pegawai agar tidak tercecer dan ruang publik juga ada, dan paling penting parkir,” tutupnya.
Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Ismunandar mengatakan, belum ada rencana dilakukan tender pembangunan kantor dinas. Pihaknya jelas Ismunandar, masih menghitung berapa besar anggaran yang harus dikeluarkan untuk rehabilitas Kantor Disdik Makassar. “Ini anggaran juga baru ditetapkan kemarin, jadi kita masih buat perencanaannya,” singkatnya.(arf)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top