Metro

2017, Pemprov Fokus Pertanian dan Ekonomi

MAKASSAR, BKM — Tahun 2017 mendatang, Pemerintah Provinsi Sulsel memfokuskan arah dan kebijakan pembangunan di bidang pertanian dan Ekonomi. Dua sektor itu dinilai sangat penting untuk menguatkan pertumbuhan ekonomi di provinsi ini.
Menurut Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, predikat keilmuan para pakar, kontraksi global dari pelemahan ekonomi global akan menjadi tantangan bagi seluruh negara di dunia termasuk Indonesia tahun depan. Dibutuhkan strategi khusus untuk tetap bisa bertahan pada kondisi ekonomi dunia yang tidak stabil. Langkah aman dan strategis yang harus dilakukan adalah berfokus pada pertanian, perekonomian khususya untuk pengembangan UMKM.
“Basic pertanian, perekonomian dan basic dasar untuk pengembangan UKM menjadi perhatian yang serius untuk 2017. Kita harus pandai bermanuver,” ungkap Syahrul di Kantor Gubernur, Selasa (6/12).
Dia menegaskan, semua aktifitas di luar program basic yang dimaksud akan dikurangi. Kecuali jika ada hubungannya dengan program basic yang menjadi prioritas. Dia mencontohkan, program mencari peluang negara ekspor baru agar bisa memasarkan produk UMKM lebih luas. Itu dipercaya bisa meningkatkan ekonomi riil masyarakat. Selain itu, meningkatkan kualitas produk dengan memperbaiki packaging, distribusi, dan memudahkan arus bongkar muatnya di pelabuhan.
“Itu menjadi bagian yang akan kita genjot tahun depan, ” ungkapnya.
Untuk infrastruktur, selain melanjutkan proyek multiyears yang sudah dilaksanakan, Syahrul menegaskan tak ada proyek monumental baru yang akan dibangun tahun depan, kecuali yang ada hubungannya dengan infrastruktur pertanian yakni pembangunan empat bendungan besar. Termasuk pemeliharaan jalan untuk memperlancar arus distribusi barang yang akan menggerakkan roda perekonomian. Sejumlah proyek jalan multiyears seperti simpang lima Tol-Bandara, elevated road di Camba, Maros, Bypass Mamminasata dan jalan strategis lain dipastikan akan tetap berlanjut tahun depan.
Terkait pembangunan bendungan yang akan difokuskan tahun depan, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang, Agus Setiawan mengungkapkan, sekarang yang sudah jalan pembangunannya ada tiga bendungan yakni Kareloe di Gowa, Paselloreng di Wajo, dan Bendung Baliase di Luwu Utara.
Saat ini, dua bendungan, Kareloe dan Passeloreng sementara berprogress. Meskipun bendungan Kareloe masih bermasalah soal pembebasan lahan.
Untuk Bendungan Passeloreng, pengerjaan fisiknya terus berjalan. Saat ini sudah mencapai 30 persen. Pihaknya sudah menyelesaikan dua terowongan untuk tembusan. Dua terowongan sudah tembus sehingga akan segera mengalirkan air sungai masuk ke terowongan dan sudah bisa memulai pekerjaan maindam atau tubuh bendungannya. (rhm)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top