Headline

PNS dan Preman Terjaring OTT Pungli di Paotere

MAKASSAR, BKM — Sembilan orang terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Pelabuhan Paotere. Dari jumlah itu, empat diantaranya merupakan Pegawai Negeri Sipil (PNS), satu honorer serta empat preman.
Para PNS dan honorer tersebut berasal dari Dinas Kelautan, Perikanan, Pertanian dan Peternakan Kota Makassar. Mereka diamankan petugas Polres Pelabuhan Makassar, Jumat malam (2/12). Semuanya bekerja sama melakukan pungli di Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Paotere.
OTT dipimpin langsung Kapolres Pelabuhan, AKBP Said Anna Fauza,SIK. Ikut mendampingi Wakapolres serta Kasat Reskrim, AKP Ivan Wahyudi. Polres Pelabuhan bekerja sama dengan Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Satgas Saber Pungli) Polda Sulsel.
Kapolres menjelaskan, OTT berawal dari informasi masyarakat yang menyebutkan adanya praktik pungli di TPI Paotere. Selama dua hari, 29-30 November tim Satgas Saber Pungli dari Polda Sulsel melaksanakan lidik dan pengamatan terhadap praktik pungli retribusi di pangkalan pendaratan ikan Paotere.
”Sembilan orang terindikasi melakukan pungli dengan tidak memberikan karcis tanda retribusi,” terang AKBP Said Anna Fauza, kemarin.
Dalam praktiknya, para pelaku memungut pembayaran sebesar Rp1.000 hingga Rp2.000 kepada pengunjung yang masuk ke dalam parkiran TPI Paotere. Jumlah karcis yang terjual pada saat OTT sebanyak 459 lembar (4 blok 59 lembar). Jika diuangkan nilainya Rp459.000.
Sedangkan dari tangan pelaku, didapat uang sebesar Rp5.230.000. Artinya, terjadi selisih uang sebanyak Rp4.810.000.
”Bila dibandingkan dengan data harian, dana yang disetorkan ke kas daerah melalui Bank BPD antara Rp2,4 juta hingga Rp2,5 juta per harinya,” tambah Kapolres.
Tim Satgas Saber Pungli Polda menyita barang bukti berupa uang tunai Rp5.230.000, 4 blok dan 59 lembar potongan karcis retribusi senilai Rp1.000. Ada pula 15 blok karcis restribusi yang belum terjual. Buku register penyetoran dan tanda terima penyetoran uang ke bendahara.
Mereka yang diamankan, masing-masing Sultan (PNS Dinas Kelautan, Perikanan, Pertanian dan Peternakan). Dari tangan koordinator kolektor ini ditemukan uang tunai sebanyak Rp 3.054.000.
Rahayu, PNS dari dinas yang sama. Dia tidak bertugas sebagai kolektor karcis retribusi, namun melakukan penarikan uang. Darinya ditemukan uang tunai sebesar Rp423.000.
PNS lainnya, M Arman Amin juga tidak bertugas sebagai kolektor retribusi. Namun ia menarik uang pembayaran. Demikian pula dengan M Aswar, juga PNS di SKPD ini.
Lili (preman) melakukan penarikan retribusi tanpa memberikan karcis. Ditemukan uang tunai Rp305.000. Jamaluddin, seorang preman melakukan modus yang sama. Ditemukan uang tunai Rp233.000.
Modus serupa dilakukan seorang preman bernama Harijo. Dari tangannya ditemukan uang tunai Rp239.000. Demikian pula dengan Nurdin Subuh. Preman ini mengantongi uang hasil pungli Rp289.000.
Perbuatan preman ini dilakukan pula oleh Asril, seorang honorer Dinas Kelautan, Perikanan, Pertanian dan Peternakan. Ia menarik retribusi tanpa memberikan karcis. Ditemukan uang tunai Rp289.000 dari kantongnya. (jul/rus)

loading...
Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top