Berita Kota Makassar | Mau Aman, Rudal Plt Golkar Makassar
Headline

Mau Aman, Rudal Plt Golkar Makassar

MAKASSAR, BKM — Siapa Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Golkar Kota Makassar? Hingga saat ini belum diputuskan oleh Plt Ketua Golkar Sulsel, HAM Nurdin Halid (NH).
Tarik ulur masih terus terjadi. Ada tiga nama yang santer beredar di internal Golkar Sulsel belakangan ini. Masing-masing Farouk M Betta, Haris Yasin Limpo dan Rusdin Abdullah (Rudal). Mereka akan menjadi suksesor Supomo Guntur, yang sebenarnya telah berakhir masa kepemimpinannya tahun 2015 lalu.
Farouk atau akrab disapa Aru saat ini menjabat Ketua DPRD Kota Makassar. Haris Yasin Limpo atau Nyanyang adalah Direktur Utama Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Makassar. Rusdin Abdullah tercatat sebagai Wakil Bendahara Golkar Sulsel.
Nama ketiganya telah disampaikan NH beberapa hari lalu. Bahkan, mantan Ketua Umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) itu juga menyebut dua nama lain. Yakni Kadir Halid dan Makbul Halim.
Namun, dua nama terakhir sudah ditunjuk dan mendapat penugasan sebagai Plt Ketua Golkar Selayar dan Luwu Timur. Sehingga tersisa Aru, Nyanyang dan Rudal.
Aru dinilai memenuhi syarat untuk menjabat plt ketua, lantaran merupakan pengurus Golkar Sulsel. Demikian pula dengan Nyanyang, yang juga menjadi pengurus Golkar tingkat provinsi.
Ketua Harian Golkar Sulsel, HM Roem sepakat dengan hal itu. Menurut Ketua DPRD Sulsel ini, ketiganya layak menjadi plt ketua karena tercatat sebagai pengurus DPD I.
Aru sebelumnya menyatakan dirinya siap, sepanjang mendapat amanah dari DPD I. Sementara Nyanyang mengaku tidak ingin membahas atau membicarakan soal plt ketua Golkar Makassar.
“Saya tak tahu dan saya tak ingin membahas soal itu (plt),” ujar Nyanyang.
Hanya saja, peluang Aru untuk mendapat restu dari DPD I mendapat suara sumbang dari Wakil Ketua Golkar Makassar, Abd Wahab Tahir. Wahab yang tercatat sebagai Ketua Komisi A DPRD Makassar menegaskan sikapnya. Ia tak setuju bila koleganya di legislatif itu menjabat sebagai Plt Ketua Golkar Makassar.
Wakil Ketua Koordinator Bidang Pemenangan Pemilu Golkar Sulsel, Kadir Halid lebih merespon bila Rudal yang menjadi Plt ketua. Alasannya, ia tidak memiliki kubu di Golkar Makassar. Artinya, semua aman bila mantan calon wali kota Makassar itu ditunjuk sebagai plt.
“Bisa saja Pak Ketua (NH) lebih memilih Pak Rusdin Abdullah sebagai penengah,” ujar Kadir.
Hanya saja, pernyataan Kadir ditanggapi Wakil Ketua Koordinator Bidang Kepartaian Golkar Sulsel, Arfandi Idris. Menurut Arfandi, Golkar Sulsel belum membahas atau membicarakan soal plt di Makassar.
“Belum ada pembahasan atau pembicaraan soal plt di Makassar,” kata Arfandi, Minggu (4/12).
Meski demikian, Arfandi belum bisa memberikan kepastian kapan persoalan plt dibahas oleh NH dan pengurus lainnya. “Tidak adapi rencana. Kecuali jika ada kebijakan. Saat ini Golkar Sulsel fokus membahas persiapan Musda Golkar Jeneponto 7 Desember, Parepare 10 Desember dan Wajo 11 Desember,” jelas Arfandi.
Terkait isu yang beredar jika Aru yang ditunjuk sebagai plt ketua, Wakil Sekretaris Golkar Sulsel, Risman Pasigai menegaskan belum ada keputusan. “Bisa saja Golkar Makassar langsung menggelar musda. Sampai saat ini belum ada yang ditetapkan sebagai Plt Ketua Golkar Makassar. Bisa saja nanti tak ada plt di Makassar,” kata Risman.
Dosen politik Unismuh Makassar, Arqam Azikin menanggapi jika peluang Rudal lebih besar dari Aru dan Nyanyang. “Dimungkinkan saja. Pak NH tinggal mencari figur untuk meminimalkan friksi-friksi atau kelompok di Golkar Makassar guna mempersiapkan konsolidasi sambil menuju musda,” jelasnya.
Ketiga nama tersebut, tambahnya, tinggal dicermati posisi stategis untuk mengawal musda ke depan. Bagaimana mensolidkan kader agar tidak melebar friksi atau kelompok. ”Karena itu Golkar Sulsel perlu memilih dengan cermat,” kunci Arqam. (rif/rus)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top