Berita Kota Makassar | Danny Ancam Ganti Dirut Perusda
Metro

Danny Ancam Ganti Dirut Perusda

MAKASSAR, BKM– Ternyata posisi jabatan direksi di lima Perusahaan Daerah yakni PDAM, Parkir, Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Terminal Makassar Metro, dan Pasar Raya juga terancam dalam mutasi besar-besaran bulan ini.

Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto mengancam akan mengganti direksi perusda yang tidak memperlihatkan kinerjanya hingga Desember ini. Bahkan wali kota hingga saat ini melakukan evaluasi terhadap seluruh direksi di perusahaan plat merah milik pemerintah daerah tersebut.
Terkait adanya kasus dugaan pungutahn liar di Pasar pabaengbaeng yang kasusnya masih bergulir di kepolisian dan kejaksaan, Danny sapaan akrab wali kota juga akan menjadikan bahan evaluasi ke direksi PD Pasar Makassar Raya.
“Bisa saja kita lakukan pergantian atau menonaktifkan Dirut PD Pasar Makassar, Rahim Bustam. Posisi dirut akan diisi Pelaksana Tugas (Plt) agar pelayanan dan administrasi di PD Pasar Makassar Raya dapat optimal,” tegas Danny.
Pergantian itu bisa saja diambil, tambah Danny, pasalnya, Rahim Bustam saat ini masih terus menjalani pemeriksaan terkait dugaan Pungli di Pasar Pa’baeng-baeng.
“Jika sudah ada putusan dari pengadilan dimana Dirut PD Pasar Makassar Raya, Rahim Bustam terbukti terlibat dan bersalah tentu saya copot. Kalau kasus ini juga berjalan semakin lama, saya akan mencarikan Plt,” tegas Danny, akhir pekan lalu.
Orang nomor satu di Makassar itu juga menyerahkan sepenuhnya kasus dugaan Pungli di Pasar Pa’baeng-baeng Makassar ke pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) ataupun kepolisian yang memiliki wewenang dalam menyelesaikan kasus secara hukum.
“Kita serahkan saja ke pihak yang memiliki wewenang untuk menyelesaikan masalah secara hukum, karena negara kita adalah negara hukum,” katanya.
Humas PD Pasar Makassar Raya, Asnawi juga menyikapi rencana Wali Kota Makassar dengan santai. Menurutnya selama belum ada Surat Keputusan maka Rahim Bustam tetap masih menjadi Dirut di PD Pasar Makassar Raya. “Tidak masalahji itu, selama masih jalur kuning berarti masih bisa jalan,” tutupnya.
Sementara itu, Pemerintah Kota Makassar melalui Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Makassar belum melakukan tes lelang jabatan eselon II untuk tahap kedua terhadap 60 peserta lelang. Padahal pelaksanaan tes lelang jabatan eselon II tahap pertama telah lama dilaksanakan oleh sembilan asesor dari pusat di kantor Regonal IV Badan Kepegawaian Nasional (BKN) Makassar.
Sekretaris BKD Makassar, Basri Rakhman menyampaikan, lambatnya pelaksanaan tes lelang jabatan eselon II tahap dua disebabkan karena belum adanya hasil laporan asesmen yang diterima pansel untuk ditindak lanjuti.
Namun sejauh ini, BKD Makassar telah mendapatkan hasil asesmen dari pusat dan memastikan jika pelaksanaan tes lelang jabatan tahap dua digelar tidak lewat dari 23 Desember.
“Sekarang kita sudah siap melaksanakan tes lelang jabatan tahap dua. Besok (hari ini) BKD Makassar rapat di kantor untuk membahas waktu pelaksanaan tes lelang jabatan eselon II sekaligus melengkapi apa yang mesti kita lengkapi dalam pelaksanaan tes. Kita pastikan pelaksanaan tes lelang jabatan selesai sebelum 23 Desember. Karena di tanggal itu, wali kota dikabarkan akan melakukan pelantikan pejabat,” sebut Basri Rakhman, Minggu (4/12).
Basri menambahkan, pihaknya belum dapat mengumumkan hasil tes asesmen nama-nama peserta lelang jabatan. Sebab pelaksanaan tes lelang yang dilakukan tim asesor hanya berupa asesmen untuk mengetahui dan mengukur kelebihan serta kekurangan para peserta lelang jabatan eselon II. “Nanti diumumkan setelah mengikuti tes lelang jabatan tahap kedua dari Pansel yang diikuti 60 peserta,” ucapnya.
Terpisah, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Makassar, Ibrahim Saleh menyebutkan, molornya pelaksanaan tes lelang jabatan eselon II yang dilaksanakan pemerintah kota merupakan hal yang wajar. Sehingga dia memilih untuk tidak pusing dalam menyikapi persoalan proses lelang jabatan. “Itu hal yang wajar saja, tanyami panitianya,” singkatnya. (arf)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top