Headline

Baterai BTS Seharga Rp150 Juta Dijual ke Pengepul Rp280 Ribu

MAKASSAR, BKM — Tiga pencuri spesiliasi baterai tower BTS (Base Transceiver Station) antarkabupaten dibekuk. Tim Khusus Polda Sulsel menciduknya di dua lokasi berbeda.
Yang pertama ditangkap dua orang. Masing-masing Hendrik alias Duta (26), dan Irfan alias Ippang (35). Keduanya warga Jalan Musyawarah Kabupaten Pangkep. Polisi mengamankannya saat berada di sebuah rumah di kompleks Perumahan Trisula, Kecamatan Manggala, Minggu (4/12) pukul 01.00 Wita.
Dari pengakuan keduanya, Tim Khusus Polda melakukan pengembangan. Hasilnya, beberapa jam berselang, satu rekan tersangka berhasil ditangkap. Rudi Candra diringkus di kediamannya Jalan Andi Tonro kira-kira pukul 03.30 Wita.
Kanit Resmob Polda Sulsel, AKP Mochammad Yunus Saputra, mengatakan ketiganya merupakan komplotan pencurian baterai tower pemancar operator telepon selular. Mereka melakukan aksinya lintas daerah.
”Awalnya kita amankan dua orang warga Pangkep. Selanjutnya dilakukan pengembangan. Satu rekannya berhasil kita amankan. Tinggal di Jalan Andi Tonro, Makassar,” jelas Mochammad Yunus Saputra.
Menurut Yunus Saputra, aksi para pelaku sangat merugikan perusahaan operator telepon selular. Sebab, bateria yang mereka curi memiliki fungsi sebagai backup power ke BTS apabila listrik dari PLN padam. Daya baterai ini biasanya bisa bertahan 3-4 jam. Tergantung dari ampere hour dan desain sistemnya.
”Saat kita interogasi, ketiga pelaku mengaku sudah lebih 20 baterai tower yang dicuri. Modusnya, mereka memperlihatkan surat tugas dari operator telepon selular sehingga petugas security tower tidak curiga,” jelas Yunus lagi.
Baterai hasil curian tersebut kemudian dijual dengan cara ditimbang ke pedagang pengepul di Jalan Gatot Subtoro, Makassar. Satu kilo dihargai Rp8.000. Satu baterai beratnya 35 kilogram. Jika dikalkulasi harga totalnya Rp280.000.
Perbuatan para pelaku cukup merugikan perusahaan provider. Sebab harga satu unit baterai tower tersebut mencapai Rp150 juta.
”Bayangkan, baterai yang mereka curi kemudian dijual dengan harga murah. Itu sangat merugikan provider. Angka kerugiannya bisa mencapai miliaran,” terang Kanit Resmob.
Hasil interogasi lainnya, pelaku sudah melakukan aksinya pada beberapa kabupaten di Sulsel. Diantaranya Kabupaten Jeneponto sebanyak tiga kali. Di Kabupaten Bulukumba tujuh kali. Bantaeng enam kali. Pangkep tiga kali. Soppeng satu kali.
”Cukup banyak baterai tower yang sudah diambil pelaku. Mereka memiliki komplotan dalam beraksi,” terang Yunus Saputra.
Polisi masih mendalami kasus ini. Jaringan kelompoknya masih dalam perburuan.
”Rekan pelaku lainnya masih dikejar. Kami juga melacak barang bukti yang dicuri. Di mana disembunyikan atau dijual di mana. Datanya sudah ada kita pegang,” kunci Yunus. (ish/rus)

loading...
Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top