Sulselbar

Bappeda Mateng Komit Program Pro Masyarakat

TOPOYO, BKM — Dalam upaya untuk menghasilkan program pembangunan yang tertuang dalam APBD setiap tahun berjalan, di wilayah pemerintahan kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), maka pihaknya juga tetap melaksanakan pengembangan pola pendekatan maksimal dalam aspek perencanaan.
Berdasarkan komponen penyusunan APBD yang mengacu pada prinsip top down dan button up, lembaga perencana pembangunan diharap lebih partisipatif dan aspiratif terhadap keinginan masyarakat. Atas pijakan tersebut, Bappeda Kabupaten Mateng, baru-baru ini, pelaksanaan seminar jurnalistik dalam rangka mendorong kinerja pemerintah, khususnya dalam proses perencanaan.
Kegiatan ini diikuti ratusan peserta yang berasal dari pekerja pers yang bertugas di Mateng, NGO, dan mahasiswa. Materi disampaikan Kepala Bappeda Mateng, Drs Sigit serta Abdul Samad SPd dipandu Iswan SIP sebagai moderator dalam melaksanakan program ini, maka diharapkan dapat dilaksanakan dan diterapkan program ini, demi menjalankan program pembangunan Mamuju Tengah.
”Kita harapkan ke depanya maka setiap peran program perencanaan pembangunan dapat dilaksanakan dan melibatkan komponen masyarakat. Sehingga setiap program arah kebijakan pembangunan itu akan mengarah pada keberpihakan pada masyarakat,” paparnya.
Sementara itu , Sigit, Ketua Bappeda Mamuju Tengah, menyampaikan, pihaknya berterimakasih kepada seluruh peserta yang hadir pada kegiatan tersebut. Karena kehadiran peserta dalam kegiatan itu adalah bentuk dukungan dan motivasi dari insan pers serta para mahasiswa untuk membangun Mateng secara komprehensif dimasa akan datang.
”Selaku kepala badan saya berterima kasih kepada saudara-saudara yang hadir pada kegiatan ini, dengan kehadiran saudara-saudara ini adalah bentuk dukungan dan motivasi untuk membangun Mateng yang lebih komprehensif dimasa akan datang,” ungkapnya.
Bahkan, apa yang dilaksanakan ini dengan mengangkat tema sentral dari kegiatan tersebut, kata Sigit, untuk menggugah kesadaran baik insan pers, NGO dan mahasiswa untuk berperan aktif dalam proses penyusunan program pembangunan melalui konsep Cityzen Jurnalism. ”Saya mengajak kita semua untuk sama-sama berperan aktif dalam kegiatan penyusunan program pembangunan melalui konsep Cityzen Jurnalism, jurnalisme warga, baik yang bermedia maupun yang tidak bermedia seperti adik-adik mahasiswa dan LSM,” imbuh pejabat senior yang mulanya bertugas di Kabupaten Mamuju ini.
Kemudian dalam aplikasi kerja jurnalistik khususnya dalam kaitan sinergitas pemerintah, Abdul Samad selalu pemateri menyampaikan, wartawan yang profesional punya hubungan baik dengan pemerintah adalah wartawan yang senantiasa mengedepankan koridor sesuai format jurnalistik.
Yakni menjalankan profesi sesuai Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers dan tunduk pada 11 pasal kode etik jurnalistik. ”Dalam rangka sinergitas, maka wartawan dalam menjalankan profesinya, harus perpijak pada undang-undang dan kode etik, dengan demikian hak masyarakat terlndungi tidak diadili oleh pers,” tandas Pimred Benia Online Banniq.com ini.
Dalam sesi tanya jawab, Sirajuddin seorang jurnalis yang bertugas di Mateng menyoal belum sinerginya pers dengan SKPD di Mateng, bahkan Sirajuddin menyebut ada kesan diskriminasi dalam memperlakukan wartawan di Mateng. ”Kami wartawan yang bertugas di Mateng, Melihat belum maksimalnya sinergi antara pers dengan SKPD. Bahkan dibagian Humas terkesan diskriminatif dalam memperlakukan wartwan di Mateng,” pungkas Sirajuddin diamini Mustamin yang juga salah seorang wartawan yang bertugas di Mateng. (ala/mir/c)

loading...
Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top