SYL Dukung Penista Agama Dihukum – Berita Kota Makassar
Headline

SYL Dukung Penista Agama Dihukum

MAKASSAR, BKM — Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo menyatakan sikap tegasnya. Ia mendukung sepenuhnya proses hukum terhadap orang-orang yang menistakan agama.
”Kenapa saya mendukung agar mereka yang menistakan agama dihukum? Karena kita menginginkan bangsa ini besar dan maju. Warganya mayoritas umat muslim. Jadi, siapapun yang ingin menghancurkan negeri ini, akan menghadapi kita semua,” kata Syahrul.
Ia menyampaikan hal itu ketika berbicara dihadapan peserta Aksi Ibadah Gelar Sajadah di Lapangan Kerabosi, Jumat (2/12). Ribuan umat muslim rumpah ruah di tempat ini. Kegiatan tersebut digagas Forum Umat Islam Bersatu (FUIB).
Inti dari aksi adalah mendesak agar Gubernur DKI Jakarta non aktif, Basuki Thajaja Purnama ditahan. Apalagi ia sudah dijadikan tersangka dalam kasus dugaan penistaan agama.
Syahrul berjanji, semua tuntutan dan pandangan umat Islam di Sulawesi Selatan akan disampaikan kepada pemerintah pusat. Dia berharap tuntutan tersebut diterima dan direalisasikan.
Sebagai gubernur, SYL ingin agar proses kasus ini segera diselesaikan. Selanjutnya, akan berkonsentrasi membangun Indonesia. Khususnya Sulawesi Selatan agar lebih maju.
“Sulsel memiliki pertumbuhan otonomi yang tertinggi nasional. Bahkan dapat dikatakan melampaui Cina. Karena itu, kita berharap adanya keadilan. Proses hukumnya juga, agar dapat segera diselesaikan,” ujarnya.
Tak lupa orang nomor satu di Sulsel itu memberi apresiasi terhadap seluruh umat Islam yang hadir. ”Ini adalah panggilan iman. Panggilan Islam. Panggilan negara,” kata Syahrul.
Kapolda Irjen Pol Anton Charliyan juga menyatakan hal senada dengan Syahrul. Menurut dia, polri akan mengawal proses hukum kasus ini seadil-adilnya.
”Saya sampikan kepada saudara saudaraku jangan takut dan khawatir terhadap polri. Sebagai Kapolda Sulsel, saya akan mengawal proses hukum kasus yang kita semua aspirasikan. Semua tahu kita sedang diuji. Jangan sampai kita terpecah belah. Kita semua ada dalam kebersamaan dan sama-sama berjuang. Mari kita menegakkan kebaikan dengan kesabaran,” kata Anton di depan massa.
Diakuinya, sebelumnya muncul kekhawatiran jika aksi 212 ini akan berujung ricuh. “Kabar dari dunia barat, aksi yang digelar 2 Desember ini bakal berujung rusuh. Tapi Alhamdulillah, umat Islam mampu menunjukkan kepada mata dunia dengan mengutamakan silaturahmi. Ini membuktikan bahwa umat Islam di Indonesia tidak seperti yang dipikirkan dunia barat. Inilah rahmatal lil alamin. Polri sendiri tengah menegakkan amar makruf nahi munkar,” jelas Anton.
Pangdam VII/Wirabuana, Mayjen TNI Agus Surya Bhakti menyatakan salut dengan aksi yang berlangsung damai dan sejuk. ”Ini luar biasa. Kita menyaksikan sebuah kedamaian. Kita bersama-sama dalam satu tujuan. Penyampaian aspirasi kita dilakukan dengan tertib sekali,” kata Agus SB yang juga tampil menyampaikan orasinya.
Diapun menyatakan salut dengan perilaku peserta aksi. Sebagai umat muslim, mereka bahu membahu dan saling membantu memberi makanan dan minuman.
”Mereka memperlihatkan kebersamaan. Saling memberi makan dan minum. Itu menandakan bahwa umat muslim itu bersaudara. Inilah yang ditunjukkan umat Islam di Sulawesi Selatan,” tandas Pangdam.
Wali Kota Moh Ramdhan Pomanto menyampaikan terima kasihnya kepada seluruh umat Islam yang hadir. Sebeb mereka melakukan aksi yang benar-benar damai untuk memperjuangkan kebenaran, atas kecintaan terhadap agama Islam dan Indonesia.
”Kita bersama-sama membuktikan kalau Islam itu indah. Bersatu dalam damai untuk berjuang demi kebenaran yang menjadi kewajiban,” kata Wali Kota yang akrab disapa Danny itu.
Aksi 212 ini, disebut Wali Kota, merupakan simbol pemersatu umat di seluruh Indonesia. Khususnya Kota Makassar.
”Ini menjadi bukti bahwa kita satu. Islam pemersatu bangsa,” tandasnya.
Danny juga memberikan apresiasi kepada peserta aksi yang menyuarakan aspirasinya, karena telah berlangsung tertib dan damai. Begitu pula dengan aksi 4 November lalu. “Saya bangga dengan saudara-saudaraku semua,” ujarnya saat berorasi.
Sebelum di Lapangan Karebosi, massa FUIB memadati Masjid Al-Markaz. Mereka bahkan meluber hingga pelataran. Massa sudah berkumpul pukul 10.30 Wita.
Dipimpin Koordinator Lapangan FUIB Sulsel, Muhtar Daeng Lau, massa berdzikir sambil menunggu salat Jumat.
Massa yang tergabung dalam aksi ini, diantaranya Hidayatullah, Wahdah Islamiyah, FPI Sulsel, Majelis Dzikir Shiratal Mustakim. Juga ada FUI Sulsel, Sahabat Khalid Basalamah (SKHB), Majelis Dzikir Darud Taubah. Forum Komunikasi (Fokus) Islam BTP, Ikatan Mahasiswa NTB (IM-NTB), Lembaga Pengembangan Pendidikan Islam Madani (LPPIM), Ikatan Dai Indonesia (IKADI), Ma’had Al-Birr.
Bergabung pula BEM Unismuh/Dekan dan Ikatan Pemuda Muhammadiyah (IPM), KAMMI Sulsel, STIBA Manggala dan HMI Cabang Makassar
Setelah salat Jumat, dari Al-Markaz massa yang mengenakan seragam putih-putih berjalan kaki menuju titik kumpul di Lapangan Karebosi. Di sepanjang jalan mereka menyerukan; Allahu Akbar. (arf-man-ish/rus)

Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top