Syahrul ‘Giring’ DPRD ke CoI – Berita Kota Makassar
Metro

Syahrul ‘Giring’ DPRD ke CoI

MAKASSAR, BKM — Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo menggiring Komisi D DPRD Sulsel mengunjungi Centre Point of Indonesia (CoI), tepatnya melihat progres pembangunan Gedung Serba Guna yang menjadi bagian dari proyek Wisma Negara, Jumat (2/12).

Kunjungan itu dilakukan usai mengikuti Rapat Paripurna Penjelasan Gubernur terhadap Nota Keuangan dan Ranperda tentang APBD Sulsel 2017 di DPRD Sulsel.
Anggota Komisi D yang hadir diantaranya Rudy Piter Goni, Arum Spink, Sugiarty Mangun Karim dan yang cukup vokal dalam menentang penganggaran Wisma Negara, Kadir Khalid. Kunjungan itu juga dihadiri langsung Ketua DPRD Sulsel HM Roem.
Gubernur didampingi Kepala Dinas Tata Ruang dan Pemukiman (Tarkim) Sulsel, Andi Bakti Haruni menjelaskan progres pembangunan Gedung Serba Guna yang menjadi bagian dari Wisma Negara. Dia optimistis proyek itu bisa rampung sesuai target yakni akhir tahun ini.
Andi Bakti, usai kunjungan Komisi D DPRD Sulsel mengatakan, kehadiran anggota dewan meninjau pembangunan gedung serba guna Wisma Negara untuk memperlihatkan apa yang telah dilakukan.
“Tadi itu ada tanda-tanda baik karena DPR sudah melihat sendiri apa yang kita lakukan. Jika selama ini mereka minim info soal proyek di CoI, saat ini mereka sudah bisa lihat dan paham,” kata Andi Bakti, Jumat (2/12).
Dia juga berharap DPRD bisa mendukung proyek ini agar bisa dirampungkan sesuai harapan.
Tahun ini, dia berharap fisik gedung serba guna bisa rampung hingga akhir tahun. Tarkim pun kembali mengusulkan penganggaran tahun depan khusus untuk aksesori dan kelengkapan gedung serba guna. Anggaran yang diusulkan sekitar Rp30 miliar. Bukan itu saja. Pemprov Sulsel juga mulai akan menganggarkan pembangunan masjid 99 kubah. Usulannya sekitar Rp70 miliar.
“Jadi Pagu anggaran yang kami usulkan untuk kawasan CPI tahun depan sekitar Rp100 miliar. Kami berharap DPRD bisa mengakomodir kebutuhan itu,” jelas Andi Bakti.
Anggota Komisi D DPRD Sulsel Rudy Piter Goni mengemukakan, kehadiran mereka di CoI untuk melihat progres dan kegiatan apa yang sudah dilakukan di kawasan CoI tersebut mengingat sudah dua tahun anggaran, proyek tersebut mendapat kucuran dana yang cukup besar.
“Kita on the spot untuk mengecek pemanfaatan dana yang sudah dialokasikan ke proyek tersebut,” jelas Rudy.
Dari hasil pantauan, progres gedung serba guna itu cukup baik dan berharap tidak mangkrak.
Terkait adanya usulan anggaran baru tahun depan Rudy menegaskan, DPRD tidak bisa menyetujui begitu saja. Tentu harus ada kajian dan pembahasan mendalam soal itu.
“Kalau memang dibutuhkan yah tentu diakomodir. Namun kami tetap akan sangat berhati-hati dalam menyetujui anggarannya. Jangan sampai ada dobel-dobel. Proyek ini kan multiyears,” jelasnya.
Anggota DPRD lainnya, Arum Spink menegaskan, kelanjutan proyek Wisma Negara, khususnya penyelesaian gedung serba guna tentunya harus mempertimbangkan untung ruginya. Jika memang bisa dinikmati publik secara luas, kemungkinan besar bisa dipertimbangkan kelanjutannya. Namun jika tidak, buat apa diteruskan. Apalagi jika melihat sudah ada kehadiran CCC yang fungsinya juga sebagai gedung serba guna. Selain itu, perlu juga diperjelas statusnya seperti apa.
Arum menambahkan, persoalan ini akan dibahas lebih lanjut oleh Komisi D melalui pembahasan fraksi.
“Jadi akan kita kaji lagi pemanfaatannya. Sebentar malam (tadi malam), ada rapat fraksi. Saya kira itu jadi bagian yang akan dibahas,” pungkas Arum. (rhm)

Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top