Lisuma Bahas Telekomunikasi Yang Tidak Adil – Berita Kota Makassar
Metro

Lisuma Bahas Telekomunikasi Yang Tidak Adil

MAKASSAR, BKM — Pemerintah terus mendorong pertumbuhan dan efisiensi penerapan jaringan telekomunikasi di seluruh Indonesia sebagai regulator. Bahkan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) memiliki dua target untuk industri, bagaimana menerapkan jaringan broadband secepat mungkin, dan bagaimana telekomunikasi semakin efisien sehingga dapat adil, merata dan sejahtera bagi masyarakat.
Hal tersebut diungkapkan oleh Komisioner Badan Regulasi Telelomunikasi Indonesia, Rony Mamur Bishry saat menjadi Narasumber dalam kegiatan Seminar Nasional yang di gelar oleh Lingkar Studi Mahasiswa (LISUMA) Indonesia di Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN, Jumat (2/12)
“Berdasarkan data yang diungkapkan Kemenkominfo, kecepatan internet di Indonesia serta akses telekomunikasi tidak merata dan timpang. Di Jakarta kecepatan unduh internet bisa mencapai 7 Mbps. Sementara di wilayah timur, contohnya Papua, kecepatan unduh internet hanya 300 Kbps dengan harga empat kali lipat lebih mahal dari Jakarta. Selain itu masih ada 57 kota/Kabupaten yang belum terhubung melalui broadband dengan kecepatan stabil,” terangnya.
Sementara itu, Ketua YLKI Sulsel, Ambo Asse mengungkapkan bahwa Kondisi itulah yang membuat rata-rata kecepatan internet Indonesia hanya menduduki nomor empat di bawah Singapura, Malaysia, dan Thailand Padahal, akses internet cepat dan jangkauan telekomunikasi bisa mendukung perekonomian digital termasuk mendukung pariwisata yang memiliki potensi besar di wilayah timur.
“Hal tersebut juga makin diperparah dengan terbatasnya pilihan operator bagi masyarakat di wilayah timur Di wilayah kabupaten, umumnya hanya satu operator yang tersedia untuk masyarakat sehingga kualitas dan pilihan tarif sangat terbatas,” terangnya.
Lanjut dia menjelaskan, Hasil riset DBS juga menyatakan bahwa dari kacamata investor di sektor telekomunikasi Indonesia, sebuah operator dominan dinilai paling cmaerlang bagi investor karena penguasaan pasar di luar Jawa mencapai 80 persen, dominasi tersebut diperkuat dengan tidak adanya operator lain yang mampu mengimbangi operator tersebut. Oleh karena operator dominan dapat menaikkan harga tanpa harus kehilangan market share di pasar luar Jawa.
“Ini berarti, dari sisi investor dapat dikatakan cemerlang tetapi dari sisi konsumen menjadi tertekan karena mahalnya. Itulah mengapa, Kemenkominfo berusaha membangun broadband di daerah yang belum terhubung melalui pembangunan infrastruktur jaringan Palapa Ring yang dibagi dalam tiga paket,”pungkasnya.
Wakil Dekan III bidang Kemahasiswaan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Samata, Nur Syamsiah MPd mengaku, sangat mengapresiasi kegiatan seminar yang membahas regulasi terkait dengan permasalah komunikasi di Indonesia utamanya di wilayah timur. Hal tersebut dapat menjadi nilai keilmuan bagi mahasiswa yang mengikuti kegiatan tersebut. “Kita berharap dari narasumber-narasumber yang menjelaskan itu sehingga kita bisa memahami masalah komunikasi, kita ketahui telekomunikasi didesa sangat tidak stabil ketimbang di kota, disini narasumber kita yang hadir ada semacam KPKnya telekomunikasi,”terangnya. (jun/war/c)

Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top