Bina Mahasiswa Peserta Debat Bahasa Inggris – Berita Kota Makassar
Headline

Bina Mahasiswa Peserta Debat Bahasa Inggris

USAHA dan kerja keras yang dilakoni Sitti Hardiyanti Dahab selama ini telah berbuah hasil. Bahkan mampu menopang kehidupannya yang sebelumnya tergolong kekurangan.

Laporan: Ardhita Anggraeni

ADA begitu banyak prestasi yang bisa dibanggakan dari perempuan kelahiran Poso, 30 Agustus 1991 ini. Menempuh kuliah di Fakultas Sastra UMI, ia juga mendapatkan kesempatan mengikuti Asia Pacific Future Leaders Conference (APFLC) 2016 serta menciptakan aplikasi informasi pendidikan.
Bukan hanya itu. Sitti juga menjadi Dewan Pembina Debat Bahasa Inggris yang ada di kampusnya. Ada puluhan mahasiswa yang diajarkan olehnya.
Mereka dilatih sebelum mengikuti perlombaan di tingkat nasional, bahkan internasional. Sudah banyak prestasi dan penghargaan yang diraih oleh mahasiswa hasil didikannya.
”Saya membina puluhan mahasiswa UMI yang akan mengikuti lomba debat bahasa Inggris di ajang nasional dan internasional. Sudah banyak sih penghargaan yang didapatkan,” ungkap anak pertama dari sembilan bersaudara ini.
Jika orang kebanyakan memanfaatkan waktu liburnya dengan berekreasi, tidak demikian halnya dengan Sitti. Ia menghabiskan akhir pekan dengan menjadi guru privat bahasa Inggris. Dalam dua hari ia mengajar di enam rumah.
”Saya jadi guru privat untuk biaya hidup di Makassar dan kuliah. Itu sejak kuliah saya lakukan. Biasanya mengajar les di hari libur. Ini jadi selingan dari kegiatan lain di kampus,” jelas putri Rustam Dahab dan Nuraeni Lantjara ini.
Sitti juga menjadi penggerak lahirnya Lentera Negeri Anak. Lembaga ini membantu anak-anak yang kurang mampu.
Kesibukan lainnya, menjadi Ketua Yunity, salah satu komunitas bahasa Inggris. Sempat mengikuti ajang lomba debat bahasa Inggris pada ajang GMJS di Yogyakarta pada tahun 2013.
“Sudah beberapa kali saya ikut debat bahasa Inggris. Yang baru pada tingkat nasional,” ujar penerima beasiswa Djarum Foundation ini.
Semua dilakukan Sitti demi mengejar cita-cita dan impiannya. Sebab kedua orangtuanya tak mampu membiayai sepenuhnya kebutuhan kuliahnya.
Apalagi Sitti memiliki delapan orang adik yang juga butuh biaya. Sementara ayahnya hanyalah seorang pekerja distributor alat-alat listrik. Ibunya membantu mencari biaya hidup dengan berjualan. (*/rus)

Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top