Sehari, Empat Orang Terpapar HIV/AIDS – Berita Kota Makassar
Metro

Sehari, Empat Orang Terpapar HIV/AIDS

MAKASSAR, BKM — Penyebaran HIV/AIDS kian mengkhawatirkan. Data dari Biro HIV/AIDS, hingga tahun 2015, tercatat pengidap HIV/AIDS di Sulawesi Selatan sebanyak 10 ribu.

Bahkan, dalam sebulan, ada kenaikan hingga 140 penderita HIV/AIDS. Angka itu, kata Wakil Gubernur Sulsel, Agus Arifin Nu’mang adalah pengidap HIV/AIDS yang terdeteksi. Sementara yang tidak terdeteksi, menurut Agus, ibarat fenomena gunung es, diperkirakan masih cukup banyak.
“Yah, kita bisa prediksi ada sekitar 12 ribu orang dengan HIV/AIDS di Sulsel,” kata Agus usai memperingati Hari AIDS sedunia tahun 2016 di Lapangan Kantor Gubernur Sulsel, Kamis (1/12).
Dia menegaskan, perlu upaya yang lebih progresif dan berkelanjutan dalam menekan angka pertambahan pengidap HIV/AIDS di daerah ini. Mengingat Sulsel merupakan pintu gerbang untuk masuk di Kawasan Timur Indonesia.
Salah satunya dengan menekan pemakaian narkotika dan obat terlarang yang menjadi sarana paling besar dalam penularan HIV/AIDS selain seks bebas.
“Hari AIDS sedunia ini menjadi moment untuk mengingatkan segala bahaya yang dapat mengakibatkan penularan HIV AIDS pada masyarakat. Narkotika sudah mengancam Indonesia bahkan internasional. Kita harus saling peduli dan saling mengingatkan,” tegasnya.
Kepada masyarakat, Agus mengimbau agar tidak segan untuk memeriksakan diri di rumah sakit jika merasakan gejala-gejala yang mencurigakan.
Sementara itu, Kepala Biro Napza dan HIV/AIDS, Sri Endang Sukarsih mengemukakan jumlah kasus Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan Acquried Immune Deficency Syndrom (AIDS) dalam sepuluh tahun terakhir secara umum mengalami peningkatan. Indikatornya, saat ini Sulsel berada di kasus level 6.
Ibu rumah tangga dan anak menjadi salah satu kelompok yang paling rentan tertular HIV selain masyarakat pada umumnya.
Menurut Data dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes), sejak tahun 2005 Sampai September 2015, terdapat kasus HIV sebanyak 184.929. Angka itu diperoleh dari laporan layanan konseling dan tes HIV.
Jumlah kasus tertinggi yaitu di DKI Jakarta sebanyak 38.464 kasus, diikuti Jawa Timur 24.104 kasus, Jawa Barat 17.075 kasus, dan Jawa Tengah 12.267 kasus.
Faktor resiko penularan HIV tertinggi melalui hubungan seks tidak aman pada heteroseksual (46,2 persen), LSL (Lelaki Sesama Lelaki) 24,4 persen, dan penggunaan jarum suntik tidak steril pada 3,4 persen.
Sementara kasus AIDS sampai dengan Desember 2015 sejumlah 68.917 kasus. Berdasarkan kelompok umur, presentase kasus AIDS tahun 2015 tertinggi ditemukan pada usia 20-29 tahun (32,0 persen), 30-39 tahun (29,4 persen), 40-49 tahun (11,8 persen) , 50-59 tahun (3,9 persen) kemudian 15-19 tahun (3 persen).
Khusus di Provinsi Sulawesi Selatan saat ini menduduki peringkat ke — 6 dengan jumlah yang terpapar sampai dengan bulan Juni 2015 sebesar 9.871 Kasus (HIV 6.233 kasus dan AIDS 3.638 kasus) atau bertambah 841 orang (9,31 persen) dibanding tahun sebelumnya.
“Itu berarti setiap butan ada 140 orang yang terpapar atau kurang Iebih 4 orang per hari yang terpapar,” ungkap Sri Endang.
Salah satu langkah strategi dalam menekan angka penderita HIV/AIDS dengan melakukan sosialisasi bahaya penyakit itu sehingga bertambah jumlah orang yang peduli.
“Kita berharap bisa membantu mencairkan gunung es tadi, dengan menambah jumlah yang peduli. Yang peduli menjadi virus untuk menyebarkan benih-benih pencegahan, penanggulangan, pengawasan dan pengendalian,” jelasnya.
Dia melanjutkan, di 24 kabupaten/kota yang ada di Sulsel, tidak ada lagi yang kosong dari pengidap HIV/AIDS sehingga menjadi kekhawatiran dalam penyebaran penyakit mematikan ini. (rhm)

Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top