Gojentakmapan

Pejabat Pinrang Tewas Minum Racun

PINRANG, BKM — Seorang warga BTN Carawali, Kelurahan Benteng Sawitto, Kecamatan Paleteang, Kabupaten Pinrang, Rabu (30/11) pukul 15.30 Wita ditemukan tewas dengan cara tidak wajar. Ia menjemput ajal dengan cara meminum racun. Dari mulutunya keluar cairan busa.
Korban bernama Amran Yusuf (52). Ia seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) lingkup Pemkab Pinrang. Jabatannya sebagai Kasubag Perencanaan Dinas Perhubungan.
Kasus bunuh diri itu sekaligus menambah daftar warga Pinrang mengakhiri hidupnya dengan caranya sendiri. Sehari sebelumnya, seorang karyawan hotel, Awaluddin (20) juga ditemukan bunuh diri dengan cara gantung diri. Ia mengakhiri hidup menggunakan tali di kamar Hotel Permata.
Diduga, Amran baru saja meneguk cairan serangga untuk racun tanaman jenis DMA 6. Keterangan dari beberapa kerabatnya di TKP, menyebut korban menenggak racun kira-kira pukul 14.00 Wita. Ia ditemukan pukul 15.30 wita, atau satu jam setelah meminum cairan mematikan.
Sebelum ditemukan oleh keluarganya, korban sempat muntah-muntah. Di sekitar tubuhnya didapati banyak muntahan dan tumpahan cairan racun DMA 6.
Melihat hal itu, pihak keluarga langsung panik. Apalagi kondisi korban sudah kritis.
Sebelum meninggal, korban sempat berbicara. Dia mengaku dirinya baru saja minum racun.
Nyawanya coba diselamatkan dengan memberikan minum air kelapa. Namun, racun yang diminum sudah bereaksi dan merusak organ tubuhnya. Korban tetap saja muntah-muntah hingga kemudian kritis. Iapun kemudian dilarikan ke RSUD Lasinrang, Pinrang.
Satu jam mendapatkan pertolongan medis, Amran akhirnya mengembuskan nafas terakhirnya di rumah sakit.
“Saya sempat disuruh dokter untuk membeli susu dan air mineral buat diminumkan. Namun kondisi korban terus memburuk, dan akhirnya meninggal dunia,” tutur Syamsul, seorang kerabat korban.
Hingga kemarin, polisi masih mencari tahu penyebab korban hingga nekat mengakhiri hidupnya dengan minum racun. Sejauh ini sudah orang sudah diinterogasi dan diambil keterangannya.
Kapolres Pinrang , AKBP Leo Joko Triwibowo melalui Kasat Reksrim, AKP Muhammad Nasir membenarkan peristiwa bunuh diri oleh seorang pejabat pemkab.
“Kami masih dalami motifnya. Dua saksi yang kita periksa tidak banyak tahu soal pribadi korban. Semasa hidupnya, almarhum juga tidak punya masalah dengan keluarga ataupun dinas di kantornya. Tapi kita tetap selidiki semua,” kata Kasat Reskrim saat dihubungi melalui telepon selularnya, kemarin.
Muhammad Nasir menyimpulkan, korban Amran Yusuf murni bunuh diri. Hal itu dilihat dari olah TKP. Korban sengaja meminum racun serangga jenis DMA 6.
“Setelah kita periksa jasad korban, tidak ada tanda-tanda kekerasan fisik ataupun hal lainnya yang menyebabkan korban meninggal. Dosis racun yang diminumnya memang cukup banyak,” jelasnya.
Pihak keluarga telah melakukan penguburan korban, Kamis pukul 12.00 Wita. Jenazahnya dikebumikan di TPU Kota Pinrang. (ady/rus/b)

loading...
Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top