Gojentakmapan

Merasa Dihina, HMI Tuntut Kabag Umum Diproses Hukum

BKM/ASKARI DEMO HMI -- Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam HMI menggelar unjukrasa di depan kantor bupati Maros. Mereka menuntut Kabag Umum diproses hukum.

MAROS, BKM — Puluhan kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Maros menggelar unjukrasa di depan kantor bupati Maros, Jl Jenderal Sudirman, Kamis (1/12). Aksi yang dilakukan kader hijau hitam ini terkait adanya dugaan penghinaan terhadap lembaga mereka yang dilakukan salah satu pejabat Pemkab Maros, yakni Kepala Bagian Umum Sekretariat Daerah,, Drs A Faisal.
Menurut koordinator lapangan (Korlap) aksi, Abdillah, Kabag Umum telah melakukan penghinaan lembaga pada saat ketua komisariat STAI DDI membawa surat peminjaman gedung ke ruangan Kabag umum. ”Kabag umum Pemkab Maros telah melakukan penghinaan terhadap lembaga kami. Ia melempar surat yang kami antar untuk peminjaman gedung. Ia juga menyampaikan kata-kata yang tidak sopan, menganggap kami membuat kotor pada saat melakukan kegiatan,” ujar Abdillah.
Beberapa poin tuntutan para pengunjukrasa, antara lain meminta bupati Maros untuk menindak tegas oknum yang melakukan penghinaan terhadap lembaga HMI, mendesak A Faisal untuk meminta maaf kepada HMI, dan mendesak pihak kepolisian untuk segera mengadili Kabag Umum karena telah melakukan penghinaan terhadap lembaga sebagaimana yang tertera dalam UU KUHP.
”Jika poin tuntutan kami tidak dipenuhi maka yakin dan percaya kami akan melakukan aksi lebih besar lagi. Karena ini persoalan harga diri lembaga yang kami cintai,” ujar Abdillah.
Meski sempat terjadi saling dorong antara pengunjuk rasa dan Satpol PP yang berjaga saat pengunjukrasa memaksakan untuk masuk menemui Faisal, namun kondisi menjadi kondusif saat Kabag umum menemui pengunjuk rasa dan meminta maaf. ”Saya secara pribadi dan pemerintah meminta maaf kepada seluruh kader HMI. Dari lubuk hati yang paling dalam saya tidak ada maksud untuk menghina lembaga yang sudah membesarkan saya. Semua hanya kesalahpahaman. Saya tidak melempar surat adek-adek. Hanya saja, pada saat saya ingin meletakkan surat tersebut di kursi, ternyata jatuh ke lantai,” ujar Andi Faisal.
Ia melanjutkan jika apa yang disampaikan hanya nasihat, termasuk untuk memberikan penyampaian kepada para kader HMI untuk tetap menjaga kebersihan tempat pada saat memakai gedung. ”Semua pasti kita fasilitasi ketika ada yang mau pinjam gedung. Karena itu memang fasilitas pemerintah yang bisa digunakan. Hanya saja harus disesuaikan jadwalnya dan jangan mengotori,” tutup Andi Faisal.
Usai meminta maaf, Andi Faisal didampingi Kabag Humas Pemkab Maros, Kamaluddin Nur, langsung bersalaman dengan para pengunjukrasa. Setelah itu, para pengunjukrasa akhirnya membubarkan diri dengan damai. (ari/mir/c)

loading...
Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top