Dosen Terancam Dipecat, Ditinggal Istri dan Anaknya – Berita Kota Makassar
Headline

Dosen Terancam Dipecat, Ditinggal Istri dan Anaknya

WATAMPONE, BKM — Sudah jatuh tertimpa tangga pula. Itulah yang dialami AS. Dosen luar biasa di Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Watampone yang juga PNS guru di sebuah MAN itu, kini terancam dipecat.
Padahal sebelumnya, rumah miliknya di sebuah lorong Desa Cellu, Kecamatan Tanatariattang Timur telah dibakar massa. Aksi anarkis iotu dilakukan setelah AS tepergok berselingkuh dengan HS, tetangga depan rumahnya.
Kepala Sub Bagian (Kasubag) Tata Usaha Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Bone, H Muh Sabran menegaskan sikap institusinya terkait kasus yang melibatkan AS.
”Kami sudah menerima surat dari sekolah tempatnya mengajar. Isinya, permintaan agar yang bersangkutan diproses. Surat itu sudah kami tindaklanjuti ke Kanwil Kemenag di Makassar. Ini baru saja kami faks,” ujar Sabran, kemarin.
Sabran mengakui, kasus yang melibatkan AS merupakan pertama kali terjadi di jajaran Kemenag. Karena itu, ia belum bisa menggambarkan sanksi apa yang akan diberikan.
”Ini kasus pertama dan memalukan. Jadi kami belum bisa memastikan seperti apa sanksinya. Yang pasti, proses hukumnya berjalan. Jika nantinya dipidana empat tahun ke atas, pasti dipecat. Tapi kalau dua tahun ke bawah, mungkin penurunan pangkat,” tambah Sabran.
Untuk kelanjutan kasus ini, Sabran mengaku telah mendapat penyampaikan lisan bahwa keluarga HS akan datang ke kantor Kemenag Bone. Mereka berencana menggelar aksi.
”Ada laporan kalau ada kelompok warga yang mau demo kesini. Kabarnya dari keluarga pihak perempuan. Mungkin mau mendesak kami agar memecat AS. Saya sedikit heran kalau yang demo itu keluarga perempuan,” ujarnya.
Sementara itu, pantauan BKM di rumah yang dibakar, Kamis siang (1/12) situasi tampak sepi. Begitu pula di rumah HS yang terletak di depannya, juga tak terlihat penghuninya. ”Kabarnya pergi membesuk di polres,” kata seorang tetangga.
Informasi yang diperoleh, HR, suami AS yang merupakan anggota Satlantas Polres Bone sudah meninggalkan rumahnya. Ia membawa barang secukupnya bersama kedua anaknya.
Hal itu diakui Hj Kartini, tetangga rumah keduanya. ”Suaminya (HR) sudah ke Makassar. Dia bawa dua orang anaknya. Sementara juga diurus kepindahannya,” ujar Hj Tini.
Istri AS, Doktor SM juga disebutkan telah meninggalkan Bone. Ia lebih dulu ke Makassar dengan memboyong tiga orang anaknya.
”Yang saya tahu, istri Pak AS sudah ke Makassar sebelum rumahnya dibakas massa,” kata seorang tetangga lainnya.
Syam, salah seorang rekan AS yang dimintai keterangannya, menghitung kerugian akibat aksi massa. Nilainya mencapai Rp900 juta.
”Nilai rumahnya Rp500 juta. Perabotnya sekitar Rp250 juta. Ditambah mobilnya yang juga hancur, kira-kira Rp150 juta. Jadi semuanya sekitar Rp900 juta. Belum termasuk surat-surat berharga yang tidak sempat diselamatkan,” jelas Syam.
Hingga kemarin, AS dan pasangan selingkuhnya, HS sudah berada di dalam sel tahanan Mapolres Bone. Kasat Reskrim Polres Bone, AKP Harjoko menegaskan, pihaknya bekerja sesuai SOP.
”Prosesnya lanjut. Keduanya sudah kita amankan,” ujarnya.
Terkait pengrusakan dan pembakaran rumah AS, Harjoko mengaku belum menerima laporan. ”Kalau soal rumah yang dibakar dan mobil yang dirusak, belum ada yang datang melapor,” tandasnya.
Aksi massa yang membakar rumah AS, disesalkan Kepala Bidang Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Frans Barung Mangera. Dihubungi terpisah, kemarin, Frans menyayangkan pihak Polres Bone.
”Insiden itu semestinya terjadi, jika dilakukan antisipasi. Sebab rentang waktunya cukup panjang antara kejadian pengrusakan dan pembakaran. Ini yang kita sayangkan dengan Polres Bone. Mereka tidak melakukan deteksi dini. Yang harus dilakukan mereka tidak laksanakan. Padahal sebelumnya sudah ada penyampaian dari satuan Polda,” terang Frans Barung.
Kejadian tersebut, menurut Kabid Humas, menimbulkan pertanyan dari masyarakat terhadap institusi polri sebagai pelindung dan pengayom masyarakat. ”Di mana fungsi pelindung dan pengayom masyarakat itu?” cetusnya.
Sebenarnya, kasus perselingkuhan seperti ini harus mendapat atensi. Karena dampaknya cukup besar, lantaran membawa keluarga besar dan massa. (amr-ish/rus/c)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top