Headline

Syahrul: Berani Ganggu Sulsel, Lawan Saya!

MAKASSAR, BKM — Sedikitnya seratusan ribu warga Makassar tumpah ruah di Pelataran Pantai Losari, Rabu (30/11) pagi. Mereka menggelar doa bersama untuk Nusantara Bersatu.
Hadir dalam acara ini Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo. Wakil Gubernur, Agus Arifin Nu’mang. Pangdam VII/Wirabuana Mayjen, Agus Surya Bhakti. Kapolda Sulsel, Irjen Pol Anton Charliyan.
Juga Ketua DPRD Sulsel, HM Roem. Ketua MUI Sulsel, AGH Sanusi Baco, LC serta Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto juga hadir. Tak terkecuali tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda, dan organisasi massa lain, serta pelajar.
Kegiatan ini dimaksudkan untuk menumbuhkan semangat nasionalisme. Juga patriotisme anak bangsa dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dari segala rongrongan yang mengancam kehidupan bermasyarakat.
Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo dalam orasinya menegaskan komitmennya untuk menjaga Sulsel dari segala ancaman, baik dari dalam maupun dari luar.
“Siapapun yang berani mengganggu mencabik-cabik ketenteraman di wilayah ini, lawan saya. Kita wajib korbankan darah dan nyawa,” tegasnya.
Dia mengemukakan, sejauh ini, kondisi Sulsel aman dan terkendali. Berdasarkan laporan yang masuk, tidak ada informasi terkait agenda yang akan mengancam keamanan di Sulsel. Namun masyarakat harus tetap mewaspadai segala bentuk ancaman baik yang terdeteksi maupun tidak.
Terkait agenda aksi 2 Desember mendatang, dia menegaskan tidak ada yang perlu ditakutkan. Semua sudah sepakat untuk tetap berada pada koridor yang telah ditentukan. Kalaupun ada aksi demonstrasi, dia berharap bisa berjalan santun dan tanpa ada aksi anarkisme.
Selain itu, semua tindakan anarkisme, terorisme, dan yang membahayakan kehidupan berbangsa bernegara harus dilawan bersama. “Insya Allah, Sulsel akan aman dan damai-damai saja,” ujarnya.
Pangdam VII Wirabuana Agus Surya Bhakti, menegaskan dan mengingatkan orang-orang yang punya rencana buruk merongrong ketentraman kehidupan berbangsa dan bertanah air agar sadar dan mengurungkan niatnya.
“Siapapun tidak ingin halaman rumahnya dikotori oleh apapun. Termasuk kami. Tidak ingin ada yang merusak Sulawesi Selatan. Kalau ada yang coba melakukan perpecahan, kami berada di garis terdepan. TNI tidak akan pernah minggir. Apapun akibatnya. NKRI harga mati,” tegasnya.
Diapun mengajak seluruh masyarakat mewujudkan perdamaian. Jangan sampai ada sekelompok orang atau kelompok kecil yang ingin merongrong kedamaian bersama.
“Kita semua harus bersatu untuk melawan semua yang merongrong kehidupan kita,” tegasnya.
Ketua Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Sulsel, Abdul Rahim mengemukakan, Indonesia berpotensi menjadi negara maju. Namun bukan hanya karena keunggulan sumber sumber daya alam (SDA) serta kerja keras masyarakat yang membuat Indonesia menjadi negara bermartabat dan maju.
Itu harus ditopang oleh terciptanya kedamaian, kerukunan, dan harmonisasi anak bangsa. “Pintunya adalah membangun persatuan dan kesatuan,” tandasnya.
Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto yang hadir dalam acara tersebut, meminta kepada seluruh masyarakat di kota ini untuk menjaga dan memelihara kebhinekaan Indonesia. Caranya, dengan sikap saling menghargai dan menghormati perbedaan yang ada.
”Setiap elemen bangsa harus menyadari, cita-cita Proklamasi tidak dapat terwujud jika bangsa Indonesia terpecah belah, tercerai-berai. Marilah untuk selalu menjaga kerukunan, kedamaian, persatuan dan kesatuan bangsa,” kata Danny.
Dia berharap, aksi super damai jilid III 2 Desember mendatang, massa yang turun ke jalan tetap berjalan dalam koridor kebangsaan. Mengedepankan persatuan dan kesatuan bangsa sehingga dapat berlangsung dengan damai, aman, dan tertib.
“Islam adalah agama yang mencintai kedamaian dan rahmat bagi alam semesta,” jelasnya.
Pemkot Makassar memfasilitasi aksi damai yang rencananya dipusatkan di Lapangan Karebosi. Salah satunya menyediakan panggung dan kebutuhan lainnya.
“Kami fasilitasi apa yang dibutuhkan. Seperti Lapangan Karebosi. Karena itu kita berharap aksi damai ini lebih dewasa,” kata Danny.
Ia juga mengaku mendapat undangan untuk hadir dalam aksi damai tersebut. Danny menegaskan bahwa dirinya akan datang.
Untuk mengawal jalannya aksi 212 besok, Polda Sulsel menyiagakan anjing pelacak. “Kita turunkan anjing guna melacak kemungkinan adanya gerakan terorisme yang bisa saja menyusupi aksi damai yang berlangsung 2 Desember. Semuanya tetap dikondisikan guna mencegah hal-hal yang tak diinginkan,” kata Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Frans Barung Mangera, Rabu (30/11).
Ada sembilan ekor anjing pelacak diturunkan. Seluruhnya sudah terlatih dalam menangkal segala upaya terorisme.
“Terorisme Majalengka kemungkinan bisa saja menyusupi gerakan damai yang akan digelar 2 Desember di Sulsel. Kita waspadai itu,” terangnya.
Selain anjing pelacak, polisi juga menyebar seluruh personel intelkam jauh sebelum pelaksanaan aksi. Tujuannya, untuk mendeteksi kemungkinan gerakan-gerakan radikalisme yang menunggangi aksi damai. Aksi damai ini rencananya dilaksanakan di Lapangan Karebosi atau Monumen Mandala.
Personel keamanan tidak dibekali senjata api dalam melakukan pengamanan aksi damai yang berwujud tablig akbar itu. Adapun jumlah personel yang disiagakan mencapai 3.286 personel. Beberapa diantaranya berasal dari kesatuan polisi wanita. (rhm-ish-arf-mat/rus)

loading...
Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top