Berita Kota Makassar | Dosen dan Istri Polisi Selingkuh, Rumah Dibakar
Headline

Dosen dan Istri Polisi Selingkuh, Rumah Dibakar

WATAMPONE, BKM — Jarum jam menunjuk pukul 01.00 Wita. Sudah masuk Rabu dinihari (30/11).
Warga banyak yang telah terlelap dalam tidurnya. Namun tidak demikian di ujung sebuah lorong Dusun Cellu, Kelurahan Cellu, Kecamatan Tanete Riattang Timur, Kabupaten Bone.
Sekelompok massa yang berkumpul, melakukan tindakan anarkis. Mereka membakar sebuah rumah yang tergolong mewah di lorong tersebut.
Lokasi rumah yang dibakar kira-kira berjarak 30 meter dari jalan poros kota Watampone menuju Pelabuhan Bajoe. Jika dari arah Kota Watampone, belok kiri setelah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Cellu. Berdekatan dengan wisata permandian kolam renang milik Andi Walinono.
Lorong ini buntu. Tidak terlalu banyak rumah di dalamnya. Jumlahnya tidak sampai 10 unit.
Aksi pembakaran oleh massa berlangsung begitu cepat. Meski letak rumah di lorong ini saling berdempetan, namun hanya satu yang dilalap api. Kobaran si jago merah sepertinya memang sengaja dilokalisir hanya untuk membakar rumah tersebut.
Pemilik rumah nahas itu berinisial AS. Dia seorang pegawai negeri sipil (PNS) guru sebuah Madrasah Aliah Negeri (MAN) di Kota Watampone. AS juga tercatat sebagai seorang dosen luar biasa di salah satu perguruan tinggi Islam yang ada di kota ini.
Ketika aksi pembakaran berlangsung, petugas pemadam langsung datang ke lokasi. Massa memperbolehkan pemadam masuk. Hanya saja, mereka mewanti-wanti agar menghalau api agar tidak merembet ke rumah yang ada di sebelahnya. Api baru bisa dipadamkan setelah rumah tersebut luluhlantak menjadi puing-puing.
Petugas kepolisian yang berada di lokasi tak bisa berbuah banyak. Massa yang sudah beringas tak mampu dibendung. Mereka diketahui datang dari luar Dusun Cellu.
Pembakaran rumah ini dipicu jalinan asmara terlarang dua orang yang saling bertetangga. AS berselingkuh dengan HS, tetangganya sendiri. HS merupakan istri HR, salah seorang polisi yang bertugas di Polres Bone. HS baru berumur 25 tahun. Sementara AS sudah 40 tahun.
Seorang ibu yang ditokohkan di lorong ini, Hj Kartini bersedia berbagi cerita. Rumahnya pas bersebelahan dengan rumah yang dibakar massa. Saat kejadian, rumah milik Hj Kartini dijaga ketat agar api tak merembet. Meski begitu, tetap saja ada bagian pada samping rumah tersebut yang mengalami kerusakan akibat sambaran api.
Hj Kartini yang berpofesi sebagai bidan menuturkan ikhwal pemicu pembakaran. Menurutnya, sebelum rumahnya dibakar pada malam hari, HS dan AS tepergok berselingkuh pada pagi pagi hari. Kira-kira antara pukul 10.00 atau 11.00 Wita.
”Saya pulang melayat (Selasa, 29/11 pagi), karena ada tetangga yang meninggal. Belum ganti baju, ada tetangga berteriak. Saya langsung keluar rumah. Ternyata ada yang mengamuk. Katanya, istrinya selingkuh,” kata Bidan Tini, sapaan akrabnya, kemarin.
Dia kemudian mengeceknya. Ternyata, yang kedapatan selingkuh adalah tetangganya. Lelakinya guru. Perempuannya istri anggota polisi. Rumah keduanya saling berhadapan.
Sesaat setelah tepergok berbuat mesum, lokasi kejadian langsung dibanjiri warga. Sebab tak jauh dari tempat kejadian perkara (TKP), seorang tokoh masyarakat Bone, Andi Burhanuddin Palloge berpulang. Rumahnya terletak di bagian depan lorong. Perhatian para pelayan spontan beralih.
Informasi yang dihimpun di TKP, menyebutkan lelaki AS dipergoki oleh HR, suami HS saat bersembunyi di kolong tempat tidur dalam kamar rumahnya. Juga ada HS disitu. HR kemudian menyeret selingkuhan istrinya keluar.
Sebenarnya, hubungan terlarang keduanya sudah berlangsung lama. Istri AS yang juga seorang dosen dan bergelar doktor, telah mengetahui kelakuan suaminya. Hal itu terungkap setelah Dr Sm mendapati pesan singkat SMS ke handphone suaminya.
”Dia (Dr Sm) sudah lama tahu kalau suaminya selingkuh dengan istri polisi di depan rumahnya. Karena ada SMS yang dikirim HS ke suaminya. Waktu itu sempat bermasalah. Tapi suaminya berjanji tidak lagi melanjutkan hubungan,” terang Hj Tini lagi.
Informasi tambahan yang diperoleh BKM, AS sebelumnya juga pernah terlibat affair serupa di tempat mengajarnya di MAN. Beberapa tahun lalu AS menjalin hubungan terlarang dengan seorang rekannya sesama guru.
Hingga Rabu siang, tak henti-hentinya rumah kedua pasangan selingkuh ini ramai dikunjungi warga. Mereka yang datang rata-rata penasaran ingin tahu rumah keduanya. Karena di dua rumah itulah pasangan ini sering melampiaskan nafsunya secara bergantian. Terkadang di rumah AS, biasa pula di kediaman HS.
Camat Tanete Riattang Timur, Hj Andi Syamsiar Halid meminta aparat berwenang untuk mengambil tindakan terhadap AS. Sebab, sebagai seorang guru dan dosen, ia telah berbuat amoral.
”Ini sudah pelanggaran moral. Apalagi dia seorang guru dan dosen. Kalau perlu dia dipecat saja. Karena sudah mencoreng nama baik institusi,” jelas saudara kandung Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD Golkar Sulsel, HAM Nurdin Halid itu.
Di lokasi rumah yang terbakar, telah dipasang garis polisi. Sementara AS dan HS sudah diamankan di Mapolres Bone untuk keamanan. Polisi juga memeriksanya untuk proses hukum.
Kasat Reskrim Polres Bone, AKP Harjoko yang dikonfirmasi, membenarkan keduanya telah diamankan. ”Pemeriksaan masih berlangsung,” ujarnya. (amr/rus/a)

Akrab di Medsos, Asmara
Terlarang di Dunia Nyata

TETANGGAKU idolaku. Atau selimut tetangga hangatkan tubuhku. Itulah gambaran kelakuan AS dan pasangan selingkuhnya, HS.
Tak pernah ada yang menyangka jika HS akan melakukan perbuatan tak terpuji itu. Ia masih berumur 25 tahun. Parasnya terbilang lumayan cantik. Punya seorang suami yang polisi. Bertugas di Satuan Lalulintas (Satlantas) Polres Bone.
Siapa nyana ia gelap mata. HS nekat berselingkuh dengan AS yang sudah berumur 40 tahun lebih, seorang guru agama dan dosen.
Padahal, AS sudah punya istri, Dr SM. Wanita ini seorang ketua program studi (prodi) di STAIN Watampone.
Kedekatan keduanya disebut-sebut didukung dengan kehadiran media sosial. Perkenalan dan keakraban terjalin melalui dunia maya. Kemudian berlanjut ke hubungan asmara di dunia nyata.
Dr SM yang ditemui kemarin, membenarkan kalau suaminya guru di MAN dan juga dosen luar biasa. ”Dia guru di MAN. Ngajar juga di STAIN,” kata Dr SM, kemarin.
Ia diwawancara sebelum dipertemukan dengan suaminya di kantor polisi. Dari kehidupan keluarganya bersama AS, Dr SM sudah memiliki tiga orang anak. Semuanya sudah bersekolah di SD.
Sedangkan HS dan suaminya, HR punya dua orang anak. Yang sulung sudah duduk di bangku SD. Sementara si bungsu belum bersekolah.
Dari penuturan tetangga, perselingkuhan keduanya memang sudah saatnya terbongkar. Sebab tidak biasanya HR, suami HS cepat pulang dari kantor. Namun karena ada tetangga yang meninggal, HR pulang cepat dan bermaksud hendak melayat.
”Mungkin cepat pulang karena mau pergi melayat tetangga yang meninggal. Ternyata, dia pergoki istrinya bersama selingkuhan di rumahnya,” ujar beberapa tetangga yang masih berkumpul di lokasi.
Saat melakukan olah TKP, polisi mengamankan sejumlah barang bukti. Salah satunya selembar tisu yang diduga kuat untuk kejantanan.
Karena rumahnya sudah dibakar, istri AS dan anak-anaknya tinggal sementara di mertuanya yang berada tidak jauh dari lokasi. Tepatnya di ujung lorong depan. (amr/rus/b)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top