Metro

Danny Target Bulan Ini Kisruh Sentral Tuntas

MAKASSAR, BKM–Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto memaksimalkan penuntasan kisruh yang terjadi di Pasar Sentral atau Makassar Mal, Desember bulan ini.

Danny sapaan akrabnya juga berharap pedagang yang telah melakukan kesepakatan harga dengan pengembang Makassar Mal dari PT Melati Tunggal Inti Raya (MTIR) sudah bisa beraktifitas bertransaksi. “Saya berharap Desember ini pedagang sudah dapat masuk melakukan aktifitas berjualan. Meski telah ada kesepakatan harga, juga diperlukan transparansi terkait nilai bunga investasi,” tegas Danny kepada BKM, Rabu (30/11).
Mantan Konsultan tata Ruang Pemkot Makassar inipun menegaskan, akan membuka semua perjanjian dan mengevaluasi semua perjanjian pasar di Kota Makassar. Seperti kenapa kerjasama pengelolaan Pasar Butung diperpanjang, kenapa kerjasama Pasar Sentral diperpanjang dan apa alasannya?. Itu semua dilakukan agar ada akses hukumnya dan tidak berakibat buruk kepada pedagang serta ada kepastian hukum kepada pedagang.
Danny juga meminta penetapan harga harus dilakukan dengan melibatkan semua pihak baik pedagang, MTIR dan beberapa pihak lainnya untuk menjadi saksi secara terbuka.
Sebelumnya, pengembang Makassar Mal dari PT Melati Tunggal Inti Raya (MTIR) telah memberikan kunci lods dan kios kepada pedagang yang telah melunasi dan membayar panjar sewa kios dan lods.
Kuasa Hukum PT MTIR, Fanny Anggreani mengatakan, progres pembangunan Pasar Sentral sudah dalam proses tahapan penyelesaian (Finishing) seperti pemasangan tegel dan pengecatan. Para pedagang Pasar Sentral yang telah memiliki kunci sudah dapat melakukan aktifitas transaksi penjualan barang di dalam gedung Pasar Sentral.
“Gedung Pasar Sentral Makassar Mal sudah dalam proses finishing seperti pemasangan tegel atau pengecatan. Sudah sekitar dua ratus pedagang telah mengantongikunci lods dan kios. Mereka sudah bisa mulai berjualan tanpa terganggu dengan aktifitas pedagang lainnya,” kata Fanny, kepada BKM, Senin (28/11) lalu.
Fanny menambahkan, pedagang yang telah melunasi atau memberikan panjar pembelian kios dan lapak sesuai dengan harga yang telah disepakati sebelumnya tanpa ada penurunan harga. Dia juga menegaskan, pihak MTIR tidak ingin menurunkan harga kios dan lods.
“Harga yang dulu ji kita tawarkan yaitu Rp115 juta untuk di lantai satu dan dua. Sedangkan kalau di basement yang ukuran 2×1,5 meter itu lebih murah. Keluhan pedagang tentang harga yang dinilai besar itu biasa. Kenapa baru sekarang dikeluhkan bukan jauh-jauh hari sebelum ada kesepakatan harga,” ujarnya.
Terpisah, seorang pedagang Pasar Sentral, Zaenal mengaku sangat keberatan dengan harga lods dan kios yang ditetapkan PT MTIR sangat tinggi. Bahkan harga yang ditetapkan sangat membebankan para pedagang yang berjualan dengan untung yang tipis.
“Mahal sekali harganya itu sampai ratusan juta, padahal ukuran hanya 2×1,5 meter. Saya hanya mampu Rp20 juta,” kata Zaenal yang berjualan sendal sepatu. (arf)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top