Headline

Biaya Pas-pasan, Lebih Sering Makan Mi Instan

IST AUSTRALIA-Mustadjab Qadri Ismail dengan latar belakang miniatur sebuah bangunan ketika berkunjung ke Australia.

BACKAPACKER adalah istilah umum yang diberikan pada wisatawan yang berpergian dengan menggunakan back pack. Tas yang digendong di punggung atau ransel. Turis backpacker umumnya mempunyai ciri-ciri yang membedakan turis jenis ini dengan turis lainnya.

Laporan: Arif Alqadri

BACKPACKER umumnya didominasi kaum muda dengan mobilitas yang tinggi. Sering berpindah dari suatu tempat ke tempat yang lain. Dari suatu daerah ke daerah lain.
Karena kebiasaan berpindah-pindah ini, maka rasel menjadi pilihan yang sangat praktis. Selain itu, backpacker juga selalu menggunakan hotel atau penginapan yang sederhana. Mereka berwisata ke suatu tempat umumnya tanpa menggunakan jasa travel agen atau biro perjalanan wisata.
Ciri khas lainnya, kaum back paker ini jarang sekali datang berkelompok atau dalam sebuah group. Sehingga bila dibedakan dari jenisnya turis ransel masuk dalam kelompok individual tour, bukan group tour.
Berwisata mereka tidak mesti harus menyediakan budget yang besar. Itulah yang sering dilakukan Mustadjab Qadri Ismail, pengurus Komunitas Makassar Backpacker.
Sejak bergabung pada 2013 lalu, pria kelahiran 9 April 1990 yang hobi jalan-jalan dan belajar budaya ini telah menginjakkan kaki di beberapa negara. Yakni Australia, Hongkong, Cina, Thailand, Singapore. Biaya yang dikeluarkan cukup murah.
“Terakhir saya berkunjung ke Australia dengan budget Rp10 juta selama dua minggu. Itu sudah termasuk modal yang cukup,” katanya.
Selama dua minggu di Negeri Kangguru, Mustajab sangat memanfaatkan waktunya dengan berkeliling ke tempat-tempat wisata.
Biasanya, ia lebih sering berangkat bersama empat orang temannya. Di dalam kamar penginapan, Mustajab sering tidur berempat untuk lebih menghemat pengeluaran.
Sedangkan untuk pemandu, dia hanya mengandalkan seorang temannya yang diakui cukup baik dalam bahasa Inggris. Perjalanan ke tempat wisata lebih banyak mengandalkan bertanya.
“Namanya backpacker, kita mesti hemat dan harus memperhatikan keuangan yang dibawa. Karena jumlahnya pas-pasan. Jangankan belanja oleh-oleh. Makan saja harus serba irit. Kalau saya lebih sering makan mie instan yang dibeli di minimarket. Disiram di penginapan atau makan di tempat. Karena kalau makanan di luar itu cukup mahal,” akunya.
Bagaimana, Anda berminat berwisata murah ala backpacker? Tidak ada salahnya mencoba. (*/rus)


Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top