Headline

Wakapolri: 3.832 Personel Pengamanan Dikerahkan

WAKIL Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Wakapolri), Komjen Pol Syafruddin melakukan kunjungan ke Mapolda Sulsel, kemarin. Ia bertemu langsung dengan Kapolda Sulsel, Irjen Pol Anton Charliyan. Pertemuan tertutup dilaksanakan di Ruang Anandita lantai 3 Mapolda Jalan Perintis Kemerdekaan.
Kedatangan orang nomor dua di tubuh polri itu untuk membahas persiapan pilkada yang akan dilaksanakan di daerah ini. Termasuk persiapan pengamanan Polda Sulsel menjelang aksi 2 Desember.
Usai pertemuan, Wakapolri kepada wartawan menjelaskan, sejauh ini Sulsel masih dalam kondisi aman. Apalagi jika mengacu pada aksi 4 November lalu, wilayah Sulsel dan Sulbar tetap kondusif.
‘Mabes Polri mengapresiasi Polda Sulsel dan Sulbar beserta jajarannya. Mampu menjaga stabilitas keamanan di wilayah hukumnya. Hingga saat ini semua masih bisa diatasi. Tak ada gejolak,” kata jenderal tiga bintang di pundaknya ini.
Namun, Wakapolri mengingatkan, pengamanan harus ditingkatkan menjelang perhelatan pilkada. Situasi aman yang telah tercipta selama ini harus tetap dijaga dan dipertahankan.
”Melihat situasi dan mengamati sejauh ini, kami tidak begitu banyak memberikan pengarahan secara teknis. Polda Sulsel dan Sulbar telah mengetahui kondisi wilayah hukumnya. Termasuk cara mengantisipasinya,” ujar Komjen Syafruddin.
Khusus untuk pengamanan aksi 2 Desember mendatang, Wakapolri sudah menerima laporan dari Kapolda Sulsel. Sebanyak 3.832 personel akan diturunkan mengawal jalannya aksi umat Islam itu. Di dalamnya tergabung unsur TNI, Polri serta Satpol PP.
”Kapolda juga melaporkan telah melakukan pertemuan dengan sejumlah ormas Islam di Sulsel dan Sulbar. Meski begitu, sinergitas tetap kita jalin,” terang Syafruddin yang didampingi Kapolda Sulsel, Irjen Pol Anton Charliyan dan Brigjen Pol Lukman Wahyu Harianto
Ditegaskan Wakapolri, jika dalam aksi damai nantinya ada yang melakukan penyusupan, akan diberi tindakan tegas. ”Kita akan tindak tegas jika jika ada yang hendak mengacaukan aksi damai 2 Desember 2016 mendatang. Seperti yang dilakukan pada demo 4 November lalu, ada 13 orang yang diamankan. Mereka mengacaukan jalannya aksi,” terang Syafruddin.
Kapolda Sulsel, Irjen Pol Anton Charliyan dalam penjelasannya, mengaku telah mengeluarkan maklumat jelang aksi demo 2 Desember. Maklumat tentang penyampaian pendapat di muka umum tersebut sudah kedua kalinya dikeluarkan.
”Maklumat dikeluarkan agar masyarakat mengetahui aturan dalam menyampaikan pendapat di muka umum. Demo itu kan menyampaikan aspirasi dan itu tidak dilarang. Tapi harus ada tata cara dan teknis menyampaikannya sesuai undang-undang,” kata Kapolda. (ish/rus)

loading...
Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top