Harus Berani Parkir Guru Berkualitas Rendah – Berita Kota Makassar
Headline

Harus Berani Parkir Guru Berkualitas Rendah

MAKASSAR, BKM — Kualitas guru di Sulawesi Selatan masih rendah. Indikatornya bisa dilihat dari nilai kompetensi guru di bawah rata-rata.
Berdasarkan data, hasil Uji Kompetensi Guru (UKG) Sulsel hanya 52,55. Sementara khusus untuk Makassar 55,24.
Angka itu, menurut Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sulsel, Irman Yasin Limpo, masih berada di bawah rata-rata nasional 56,69. Nilai UKG paling rendah berada di tingkat SD, yaitu 50,1. Sementara jenjang SMA hanya 57,8.
Untuk meningkatkan kualitas guru, Disdik menggelar UKG untuk 16 ribu guru SMA. Namun sebelum itu, dibuat semacam pelatihan untuk peningkatan kualitas guru.
Proses UKG, kata lelaki yang akrab disapa None itu, masih terus berlangsung hingga saat ini. “Sudah ada sekitar 14 ribu guru yang selesai kompetensi. Masih ada sekitar 2.000 yang on progres,” katanya, Selasa (29/11).
Ditargetkan, UKG untuk guru SMA/SMK itu bisa rampung seluruhnya hingga akhir tahun ini. None berharap hasil UKG nanti bisa di atas rata-rata nasional.
“Kita berharap nilainya bisa di atas enam. Di atas standar nasional,” harapnya.
Sejauh ini, UKG masih menjadi satu-satunya indikator dalam mengukur kualitas dan kompetensi guru.
Ketua Ikatan Guru Indonesia (IGI), Ramli Rahim membenarkan jika kualitas guru di daerah ini masih rendah. “Melihat kualitas guru, tentunya harus punya basis data. Guru-guru di Sulsel untuk semua jenjang masih di bawah rata-rata nasional. Paling tidak, itu terlihat dari hasil uji awal kompetensi guru 2013 dan UKG 2015,” kata Ramli.
Agar kualitas guru bisa ditingkatkan, kata dia, solusinya harus dimulai dari hulu hingga hilir. Mulai dari proses rekruitmen yang harus maksimal.
”Jangan lagi menerima calon guru yang kemampuannya rendah, meskipun telah mengabdi bertahun-tahun,” sarannya.
Selain itu, lanjutnya, pemerintah harus berani memarkir guru-guru berkemampuan rendah dengan tingkat perkembangan kemampuan anak didik juga rendah. Untuk mengukur itu, harus ada pratest di awal semester dan post test di akhir semester.
Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Sulsel, Prof Dr HM Wasir Thalib menilai, kekurangan dalam menguasai IT (information technology/teknologi informasi) menjadi penyebab rendahnya kualitas guru di daerah ini.
”Untuk bisa menjadi tenaga pendidik yang profesional, guru dituntut bisa menguasai IT,” kata dosen Pascasarjana UNM ini. (*-rhm/rus)

Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top