Gojentakmapan

Dana Reses Dewan Rp350 Juta

MAROS,BKM–Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros mengucurkan dana khusus untuk anggota DPRD Maros saat reses. Tak tanggung-tanggung, dana reses yang dikucurkan sebesar Rp350 juta per satu kali reses. Setiap anggota DPRD mendapatkan dana reses sebesar Rp10 juta. Ketua DPRD Maros, AS Chaidir Syam, mengatakan, dana reses tersebut diperuntukkan anggota DPRD yang ingin melakukan reses.
Sementara reses merupakan kewajiban bagi anggota DPRD untuk bertemu dengan konstituennya dan menyerap aspirasi dari masyarakat. ”Kami di DPRD dapat jatah sebesar Rp10 juta per anggota DPRD. Dana itu akan digunakan saat reses. Semua penggunaan dana reses itu akan dimintai pertanggungjawaban. Kami pun mempergunakannya untuk pelaksanaan reses, pembuatan spanduk dan lain-lain,” ungkapnya kemarin saat ditemui di sela-sela reses.
Dikatakan, kucuran dana reses sebesar Rp10 juta, itu baru diterima DPRD selama dua kali masa reses. Karena sebelumnya, pihaknya hanya menerima sebesar Rp5 juta setiap kali reses. ”Tahun ini, kucuran dana reses tersebut mengalami kenaikan dua kali lipat dibanding tahun lalu. Dana reses tahun lalu hanya Rp5 juta per orang,” jelasnya.
Sementara itu, Sekretaris DPRD Maros, To Wadeng berharap, semua anggota DPRD Maros serius menjalankan perannya sebagai wakil rakyat dan menyerap aspirasi masyarakat. Apalagi pelaksanaan reses ini bersifat wajib karena diatur dalam undang-undang. Direktur LSM Bumi Mentari, Andi Ilham Lahiya, menuturkan, hendaknya anggota DPRD Maros tidak hanya menggugurkan kewajiban dalam melaksanakan reses.
Berdasarkan pengalaman yang lalu, begitu banyak aspirasi yang diserap dari masyarakat bawah saat pelaksanaan reses. Namun hanya sedikit yang mampu diserap dalam penganggaran APBD tahun depan. Selain itu, anggaran Rp10 juta untuk pelaksanaan reses itu kerap kali diakali anggota DPRD. Seharusnya mereka melaksanakan reses itu penuh selama enam hari.
Namun kenyataannya, kebanyakan anggota DPRD hanya melaksanakan satu hari. Sehingga anggaran dana reses itu terkesan mubassir dan tidak tepat sasaran. ”Tidak tepat sasaran. Karena anggota DPRD Maros melaksanakan reses hanya satu hari. Sementara pelaksanaan waktu reses itu selama enam hari. Dana Rp10 juta itu terlalu besar untuk sekadar pelaksanaan reses dalam sehari,” jelasnya.
Ia meminta kepada Kejaksaan Negeri Maros turut memantau pelaksanaan reses ini. Apalagi anggaran yang didapat itu betul-betul digunakan untuk reses atau masuk dalam kantong anggota DPRD Maros. (ari/mir/c)

loading...
Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top