Berita Kota Makassar | Bupati LIRa dan Pejabat BPN Dibui
Headline

Bupati LIRa dan Pejabat BPN Dibui

SIDRAP, BKM — Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Sidrap melakukan penahanan terhadap dua orang, Selasa (29/11). Mereka adalah Andi Mariati Sulfana dan Muh Basri.
Mariati adalah Bupati (Ketua) Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lumbung Informasi Rakyat (LIRa). Sementara Muh Basri, Kepala Seksi Sengketa Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sidrap. Keduanya langsung dijebloskan ke sel rumah tahanan (Rutan) Klas IIB Sidrap pukul 15.30 Wita.
Selain keduanya, sebenarnya masih ada satu tersangka lain dalam kasus ini. Yakni Muslimin, Kepala Desa Aka-akae, Kecamatan Watang Sidenreng, Sidrap.
Rencananya, pada saat bersamaan Muslimin juga hendak dimasukkan ke sel. Namun ia tak datang menghadiri panggilan jaksa.
Penahanan Andi Mariati dan Muhammad Basri, terkait kasus dugaan tindak pidana pemalsuan dokumen penerbitan sertifikat tanah (sawah). Lokasinya di Kelurahan Empagae, Kecamatan Watang Sidenreng, Sidrap.
Kasus ini dilaporkan seorang warga bernama Andi Pawakkangi. Obyek yang disengketan ini atas nama milik Labuleng bin Lamangile. Adapun penggugat keluarga almarhum Andi Makkasau. Dalam rentetan kasus ini muncul pemalsuan dokumen sertifikat.
Kepala Kejari Sidrap, Jasmin Simanullang melalui Kasi Intelijen, Andi Irfan, membenarkan penahanan tersebut. Keduanya, ditahan berdasarkan petunjuk dari Polda dan Kejati Sulsel.
“Perintahnya ditahan. Kita tinggal eksekusi, karena lokus kejadiannya di sini dan saksinya berada di Sidrap. BAP ketiganya sudah P21 dan ditahap dua oleh penyidik polda,” ujar Irfan, kemarin.
Proses penahanan oleh tim Kejari Sidrap berlangsung pukul 15.00 Wita. Keduanya langsung digiring ke Rutan Kelas IIB Sidrap menggunakan mobil tahanan kejaksaan bernomor polisi DD 7002 M.
Sebelumnya, Andi Mariati bersikeras untuk tidak ditahan. Bahkan sempat terjadi insiden adu mulut dengan aparat kejaksaan dan polisi yang hendak menahannya.
Andi Mari menghalang-halangi petugas yang mencoba menggiringnya naik mobil tahanan. Aparat terpaksa memaksanya lalu menjebloskannya ke rutan.
Sedianya, kata Andi Irfan, pihaknya juga akan menahan seorang kepala desa (kades) aktif, yakni Muslimin. “Sebenarnya ada tiga. Selain Andi Mariati dan Muhammad Basri, juga ada satu kades aktif yang ditahan.Hanya saja, yang bersangkutan tidak datang memenuhi pemanggilan,” kata Andi Irfan.
Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejari Sidrap, Muh Idil menjelaskan pasal yang menjerat Andi Mariati dan Muhammad Basri. Yakni Pasal 263 ayat (1) dan (2) Juncto Pasal 55, 56 KUHPidana tentang tindak pidana membuat surat palsu, dan atau membantu memberikan kesempatan atau turut serta melakukan suatu kejahatan.
Dalam perkara itu, bebernya, Andi Mariati dan Muhammad Basri, termasuk kepala desa aktif itu, dianggap memiliki peran bersama-sama. Mereka menerbitkan sertifikat tanah atas nama Abidin yang diduga berdata tidak valid.
“Ketiganya hampir memiliki keterkaitan peran yang sama,” kata Idil.
Abidin berkongsi dengan para tersangka untuk menerbitkan sertifikat. Namun kasusnya sudah lebih dulu bergulir. Abidin sudah divonis 5 bulan penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Sidrap beberapa waktu lalu. (ady/rus/b)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top