Headline

Berbagi Informasi Tiket Promo Melalui Medsos

IST BACKPACKER-Pengurus Komunitas Makassar Backpacker, Mustajab Qadri Ismail bercengkerama dengan seekor kanguru ketika berwisata di Australia.

UNTUK berwisata butuh uang besar. Karena harus membayar aneka kebutuhan selama perjalanan. Itu anggapan banyak orang. Tapi kini ada cara yang lebih murah. Istilah kerennya backpacker.

Laporan: Arif Alqadri

DI kalangan remaja, wisata murah ala backpakcer cukup digandrungi. Berburu promo tiket pesawat secara online untuk penerbangan domestik maupun internasional menjadi kesibukan tersendiri para traveller ini.
Membawa tas ransel yang cukup besar menjadi salah satu ciri khasnya. Menginap di hotel atau wisma sederhana. Bahkan menumpang kendaraan pengangkut barang.
Tempat bersejarah yang ada di suatu daerah atau negara, cukup banyak menjadi agenda jauh-jauh hari para backpaker saat melakukan plesiran. Tidak sedikit pula, para backpaker merencanakan untuk melakukan kunjungan di pelosok daerah atau negara. Mereka ingin mengetahui lebih dalam sejarah dan budaya di tempat yang dikunjungi.
Memanfaatkan media sosial (medsos) yang semakin berkembang pesat, para backpaker kemudian memberikan informasi. Baik melalui tulisan maupun foto pada setiap kegiatan yang dilakukannya.
Di Kota Makassar, sudah cukup banyak komunitas backpacker. Di dalamnya terhipun remaja yang hobi berwisata dengan biaya yang murah. Salah satunya Komunitas Makassar Backpacker.
Resmi terbentuk pada 2009 silam. Komunitas ini telah memiliki anggota yang mencapai ribuan orang. Mayoritas remaja usia 22 tahun.
Meski namanya terbilang sangat lokal, namun komunitas ini tidak semata beranggotakan orang-orang dari Makassar. Melainkan orang-orang dengan hobi yang sama dan berada di Kota Makassar.
Untuk masuk menjadi anggota Komunitas Makassar Backpacker tidaklah sulit. Hanya dengan bergabung di media sosial Facebook dengan mencari Makassar Backpacker, pengunjung akun sudah resmi dinyatakan menjadi anggota. Apalagi setelah mendapat konfirmasi dari admin akun group.
Saat bincang-bincang bersama BKM, pengurus Komunitas Makassar Backpacker, Mustajab Qadri Ismail bercerita tentang awal pembentukan komunitas tempatnya bergabung. Berawal ketika Syamsul Sunduseng, pendiri komunitas ini.
Ia bersama beberapa rekannya yang hobi travelling selalu mendapat pertanyaan dan permintaan dari orang-orang sekitarnya. Inti pertanyaannya, bagaimana cara travelling hingga ke luar negeri dengan biaya murah.
Saat itu, Syamsul Sunduseng dan rekannya memanfaatkan media sosial dengan membuat group di Facebook bernama Makassar Backpacker untuk mengumpulkan pehobi travelling. Selain dapat bertukar pengalaman, Group Facebook Makassar Backpacker juga dimanfaatkan bagi para anggota untuk saling menukar informasi mengenai promo tiket pesawat murah. Juga penginapan, tempat wisata yang menarik dan menjadwalkan keberangkatan.
“Dengan terbentuknya komunitas ini, kami harap semua pehobi traveller dapat dengan mudah mendapatkan informasi atau referensi tempat-tempat wisata yang menarik. Termasuk tiket promo, serta saling bertukar pengalaman selama backpacker,” katanya.
Diyakini Mustadjab, sebagian besar anggota komunitasnya telah melakukan backpacker, baik didalam maupun di luar negeri. Mereka menggunakan biaya pribadi yang dikumpulkan.
Meski budget terbilang minim, namun para anggota komunitas tetap dapat berwisata dengan aman. Karena seorang backpacker harus pandai-pandai mengatur keuangan saat berwisata.
“Kita harus pandai mengatur biaya saat berwisata, baik itu untuk makan, oleh-oleh atau memilih penginapan. Backpacker wisatawan yang hebat dan hemat,” katanya. (*/rus)

loading...
Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top