Metro

Syahrul Deadline Sebelum Akhir Tahun

GUBERNUR Sulsel, Syahrul Yasin Limpo memberi target terkait persoalan Pasar Sentral yang sudah lama berlangsung. Syahrul memberi deadline atau waktu paling lambat akhir tahun ini.
Orang nomor satu di daerah ini mengaku, jika permasalahan yang ada disana, khususnya terkait penetapan harga sudah sangat berlarut-larut sehingga butuh penyelesaian yang cepat. Karena itulah, Pemprov Sulsel membantu untuk memfasilitasi penyelesaian persoalan yang terjadi.
Syahrul melihat sudah ada titik terang antara pihak pengusaha dan pedagang terkait persoalan harga. Namun, dia menegaskan jika itu harus terus dikawal hingga kesepakatan antara kedua belah pihak betul-betul berlaku.
Apalagi, pasca ada fasilitasi yang dilakukan Pemprov Sulsel, kembali beredar informasi jika pihak
Makassar Tunggal Inti Raya (MTIR) sudah melakukan pertemuan dengan para pedagang untuk penetapan harga lods di Pasar Sentral yang ternyata harganya lebih besar dibanding nilai yang diusulkan oleh Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulsel.
Berdasarkan hasil kajian Kadin, harga ideal yang bisa diberlakukan di pasar tersebut sekitar Rp30-35 juta per meter persegi. Namun, informasi yang didapat, ada kesepakatan tersembunyi jika MTIR dan pedagang menetapkan harga Rp65 juta per meter persegi.
Syahrul berharap tidak ada agenda sembunyi-sembunyi seperti itu karena bakal bersoal di kemudian hari.
Dia berjanji akan tetap mengawal persoalan ini sehingga tidak ada pihak yang merasa di rugikan.
“Pemprov akan kawal terus hingga ada penetapan harga ideal,” tegasnya di Kantor Gubernur Sulsel, Senin (28/11).
Orang nomor satu di Sulsel itu juga menekankan, dirinya akan berpihak pada pedagang lemah yang menggantungkan hidup dari berjualan di pasar tersebut.
Dia berharap akhir tahun ini, semua persoalan yang ada di sana sudah selesai dan sudah ada kesepakatan terkait harga yang bisa menguntungkan kedua belah pihak.
Syahrul menyadari jika masalah yang ada di Pasar Sentral cukup pelik. Apalagi, pasar ini dibangun di dua periode kepemimpinan yang berbeda. Sehingga, dibutuhkan waktu yang cukup untuk menyelesaikan persoalan yang ada.
Seperti diketahui, untuk menyelesaikan persoalan Pasar Sentral, Pemprov Sulsel mulai turun tangan dengan membentuk tim mediasi antara pedagang dan MTIR.
Namun hingga kini, belum ada kejelasan seperti apa kesepakatan antara para pedagang dengan MTIR terkait harga lods disana.
Sekretaris tim mediasi pemprov, Asmanto Baso Lewa mengatakan, tidak ada salahnya memberikan waktu kepada mereka. Apalagi mereka sendiri yang meminta.
“Lebih bagus lagi kalau mereka saling hitung. Jangan sampai harga dari kita, tetapi ada yang merasa dirugikan. Makanya ini bagus, karena mereka akan saling negosiasi,” jelas Asmanto.
Dia mengatakan, sebenarnya tim sudah punya tawaran harga. Hanya saja, ia enggan menyebutkannya. Alasannya, lebih baik menggunakan harga dari perhitungan masing-masing pihak. (rhm)

loading...
Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top