Headline

LBH Apik: Dipicu KDRT oleh Suami

DIREKTUR Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Apik, Rosmiati Sain mengatakan, berdasarkan data yang dihimpunnya, perceraian kebanyakan disebabkan oleh kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dilakukan pihak suami. Akibatnya, permohonan cerai yang masuk ke Pengadilan Agama lebih banyak gugat cerai yang dilakukan oleh pihak perempuan atau istri.
Selain KDRT, faktor lain penyebab perceraian adalah kasus perselingkuhan. Juga ketidakterbukaan pasangan suami istri yang mengakibatkan cekcok atau pertengkaran luar biasa, dan berakhir yang berakhir pada perceraian.
”Sebagai faktor penyebab perceraian terbesar, kasus KDRT banyak dipicu oleh persoalan ekonomi yang membuat pasangan suami istri tidak harmonis,” kata Rosmiati, kemarin.
Hingga saat ini, tambah Rosmiati, perempuan masih lebih banyak bergantung secara ekonomi pada suami. Hal itu menyebabkan tidak adanya posisi tawar bagi mereka.
Sang suami yang berperan sebagai kepala rumah tangga merasa bisa berbuat apa saja. Termasuk melakukan kekerasan pada sang istri.
”Apalagi ketika secara ekonomi, kebutuhan sebuah rumah tangga tak tercukupi, bisa menimbulkan tekanan bagi kedua pihak. Jika sudah tidak tahan dengan perlakuan yang dihadapi, sang istri pun akhirnya mengajukan cerai,” kuncinya. (rhm/rus)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top