Sulselbar

Gubernur Janji Kawal Pembangunan Kampus Baru dan Bandara

BKM/ALALUDDIN GERAK JALAN -- Kegiatan gerak jalan santai yang diselenggarakan Unsulbar, berlangsung di kabupaten Majene pada Minggu (26/11). Kegiatan ini diikuti sekitar 10 ribu orang lebih peserta.

MAJENE, BKM — Jalan sehat Dies Natalis Unsulbar berlangsung semarak. Diperkirakan 10 ribu orang lebih hadir dalam jalan sehat tersebut, Minggu (27/11). Puluhan hadiah menarik disiapkan panitia, seperti paket umroh, sepeda motor, sepeda, serta alat elektronik dan perabot rumahtangga. Hadiah utama berupa umroh adalah seorang anak tukang becak dari Tinambung, Polewali Mandar (Polman).
Gubernur Sulawesi Barat, Anwar Adnan Saleh (AAS) didampingi Rektor Unsulbar, Dr Akhsan Djalaluddin dan pendiri Unsulbar, Prof Basri Hasanuddin melepas secara resmi peserta jalan sehat dari depan Boyang Assamalewuang. Jalan sehat berakhir di halaman rektorat Unsulbar, Talumung, kelurahan Tande Timur, kabupaten Majene.
Jalan sehat yang merupakan rangkaian perayaan Dies Natalis Unsulbar ketiga ini diperkirakan diikuti lebih 10 ribu peserta terdiri atas civitas akademika Unsulbar dan masyarakat umum dari Majene dan Polewali Mandar. Dari civitas akademika Unsulbar tampak hadir antara lain para wakil rektor Unsulbar, para dekan Unsulbar, dosen, staf, dan mahasiswa
Kemeriahan jalan sehat selain karena banyaknya peserta yang ikut serta, juga didukung banyaknya hadiah yang disiapkan. Hadiah umroh yang awalnya hanya satu paket, namun saat menyampaikan sambutan, Gubernur Anwar Adnan Saleh langsung menyatakan menambah dua hadiah umroh lagi, sehingga total tersedia tiga paket umroh.
Dari tiga pemanang undian jalan sehat, salah seorang di antaranya adalah Ahmad Hariyadi yang beralamat di kecamatan Tinambung, Polewali Mandar. Ia mengaku ingin memberikan hadiah umroh yang diperoleh kepada ibu atau bapaknya. ”Bapak saya seorang tukang becak. Kalau ibu urus rumahtangga. Saya berharap hadiah umroh ini dapat saya berikan kepada ibu atau bapak,” kata Ahmad yang juga mahasiswa Fakultas Ekonomi Unsulbar angkatan 2016.
Sebagai putera sulung dari lima bersaudara, ia ingin dengan hadiah umroh yang diterima dapat juga membawa kebahagiaan bagi kedua orangtuanya. Dua peraih hadiah umroh lainnya adalah Muhammad Tarkim, warga Pambusuang dan Dasriani, staf Fakultas Peternakan dan Perikanan.
Sementara itu, saat memberikan sambutan di depan halaman rektorat, Gubernur Anwar Adnan Saleh menyampaikan apresiasi atas ulang tahun ketiga Unsulbar sebagai perguruan tinggi negeri. Ia mengatakan, pendirian dan penegerian Unsulbar butuh perjuangan keras. Sehingga keberadaan Unsulbar saat ini sebagai salah satu perguruan tinggi negeri di tanah air patut disyukuri.
Gubernur yang tinggal 17 hari lagi sebagai gubernur menjanjikan meski nantinya tidak lagi menjadi gubernur, ia akan tetap mengawal pembangunan Unsulbar. ”Di kampus baru nanti (Padha-Padhang, Tande) kita akan bangun kampus megah. ”Insya Allah itu tidak akan sulit. Karena kita juga didukung bapak wakil presiden,” kata AAS disambut meriah para mahasiswa.
Selain menjanjikan bangunan kampus, Gubernur AAS juga menyatakan akan mendorong kembali pendirian bandara di Majene dan sekitarnya.
Menurutnya bandara sangat penting bagi Unsulbar karena akan mendukung mobilitas para pengajar dari luar Sulbar. ”Bandara sangat penting bagi Unsulbar. Guru-guru besar serta dosen dari luar akan lebih mudah datang bila tersedia bandara,” janji Anwar.
Rektor Unsulbar, Akhsan Djalaluddin pada kesempatan tersebut menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas kerjasama semua pihak baik dari internal civitas akademika maupun dari pihak pemangku kepentingan lainnya. (ala/mir/c)

loading...
Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top