Headline

Pemesannya Ada dari Malaysia dan Singapura

BANYAK orang yang beranggapan, untuk meraih sukses di sebuah usaha dibutuhkan modal besar. Namun itu tak berlaku bagi Usman Acong.

Laporan: Purmady

PRIA yang akrab disapa Acong itu memulai usaha rumahannya dengan modal yak seberapa. Berkat ketekunan dan kesabaran dalam melakoni pekerjaannya, ia setidaknya telah menikmati buah dari jerih payahnya. Meski, jika hendak dihitung-hitung belumlah seberapa.
Bagi Acong, modal uang bukanlah yang teramat penting. Yang utama adalah rajin, tekun, mau bekerja keras serta pantang menyerah.
”Sebuah usaha yang dilakukan di rumah bisa dimulai dengan modal kecil. Asalkan anda yakni, punya keinginan kuat, rajin dan mau bekerja keras. Jangan pernah pantang menyerah, itu kuncinya,” kata Acong memberi tips dalam melakoni usaha modifikasi helm predator custom di rumahnya.
Diakui Acong, dia memulai usahanya di tahun 2013 dengan modal hanya Rp500 ribu. Ia kini mampu mempekerjakan dua orang. Promosi dari mulut ke mulut membuat hasil kreasinya dikenal para bikers. Bukan hanya skala Pinrang ataupun Sulsel. Tapi juga hingga di luar pulau Sulawesi.
Ratusan unit helm predator telah ia hasilkan. Dua anak inipun tak lagi dipusingi soal pasaran. Dia memanfaatkan jasa rekan dan koleganya.
Bersama teman-temannya, Acong memanfaatkan media sosial. Mulai dari Facebook, BBM dan blogspot yang dibuatnya untuk promosi usaha berlabel Predator FF.
“Saya bertugas memasarkan melalui media sosial. Pemesan kami sudah ada dari Jawa, Kalimantan, Bali dan Sumatera. Bahkan ada bikers dari Malaysia dan Singapura. Rerata pemesan kami dari kalangan komunitas bikers,” ujar Fathur Rahman, rekan Acong.
Yang laris manis dipesan, yakni jenis predator custom street fighter style. Sengaja Acong memproduksi helm bertemakan alien predator, karena karakter tampilannya sangar dan keren saat digunakan dalam turing berkendara.
Selain itu, helm ini dilengkapi dengan rambut gimbal dan laser LED. Didesain semirip mungkin dengan karakternya.
“Awalnya saya terinsipirasi film yang dibintangi Arnold berjudul Predator. Ternyata model ini paling disukai dan banyak dipesan,” sambung Acong.
Untuk pemesanan, pelanggan biasanya diminta membayar uang panjar terlebih dahulu. Besarannya 50 persen dari harga yang disepakati. Pembayaran lunas setelah barang siap dikirim. Ongkos kirim ditanggung pemesan.
“Jujur, saya pakai modal awal dari uang DP (down payment) masuk dari pemesan Rp500 ribu. Inilah yang saya gunakan pakai beli bahan-bahan. Saya bahkan nombok waktu itu, karena bahan kami beli perkiloan. Seandaianya saya punya modal besar pasti saya beli bahan secara partai,”lontarnya.
Karena keterbatasan modal itulah, Acong mengaku baru memproduksi ketika ada yang memeasan. “Maklum, kita modal kecil bos. Jadi kita buat kalau ada pesanan. Sebenarnya saya mau produksi banyak tanpa menunggu ada pesanan. Tapi jujur, alat-alat seperti bor dan kompressor saja kami pinjam dari tetangga,” candanya sembari tertawa.
Iapun berharap ada pemodal besar bisa membantunya berinvestasi guna membesarkan usahanya itu. Sebab pasaran usaha hem dan aksesori kap motor sangat menjanjikan. Hasilnyapun pasti. (*/rus/b)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top