Gojentakmapan

Mayat Warga Palippiri Ditemukan Tertelungkup

JENEPONTO, BKM — Warga yang bermukim di sekitar pasar induk Turatea Bontosunggu Jeneponto pada Kamis pagi (24/11) sekitar pukul 08.00 digegerkan dengan penemuan sesosok mayat laki-laki. Mayat itu ditemukan warga tertelungkup di dalam selokan. Seperti dituturkan H Ramli Dg Gassing salah seorang pedagang di pasar tersebut, ketika ia akan melintas masuk ke pasar tiba-tiba matanya tertuju ke selokan.
”Seperti saya melihat ada orang. Setelah saya dekati, ternyata memang ada orang yang sedang tertelungkup di dalam selokan pasar. Saya langsung memanggil beberapa orang dan memeriksanya. Ternyata dia sudah meninggal dunia,” tutur Ramli.
Ramli mengatakan, saat ditemukan dari mulut mayat itu mengeluarkan air liur. Sejumlah warga yang datang berkerumun di sekitar lokasi penemuan mayat itu, tidak ada yang mengenalinya. Untuk keperluan penyelidikan, petugas Polres Jeneponto yang datang ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) beberapa saat berselang langsung membawa mayat tersebut ke RSUD Jeneponto untuk dilakukan visum.
Sementara itu, salah seorang keluarga korban yang mengaku bernama Muhammad, ketika ditemui di RSUD Landapase Bontosunggu, Jeneponto, mengakui mayat yang ditemukan di selokan pasar adalah adiknya bernama Jafar Daeng Upa bin Mambu (27). Menurut Muhammad, adiknya yang merupakan warga kampung Palippiri, desa Kalumpang Loe, kecamatan Arungkeke meninggalkan rumah pada Kamis pagi sekitar pukul 07.00 wita dalam keadaan sehat.
”Namun adik saya itu mengidap penyakit yang orang Makassar bilang mati-mati ayam (epilepsi). Mungkin ini yang membuat adik saya meninggal,” kata Muhammad.
Kapolsek Binamu, AKP Abd Rachim, mengatakan, korban bernama Jafar Daeng Upa. Mayatnya sudah diambil keluarganya untuk dimakamkan. Penyebab kematian korban sesuai hasil visum dokter, akibat epilepsi. Karena dibagian tubuh korban tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan. (krk/mir/c)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top