Gaji Honorer Ditambah Rp200 Ribu – Berita Kota Makassar
Metro

Gaji Honorer Ditambah Rp200 Ribu

MAKASSAR, BKM–Ribuan pegawai honorer patut bersyukur, Badan Anggaran (Banggar) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Makassar berencana memperjuangkan kenaikan honor atau gaji mereka di Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2017 mendatang, hingga penambahannya sebesar Rp200 ribu.
Ini dilakukan dengan sistem penyeresaian program anggaran dari Satuan Kerja Perangkat Kerja (SKPD) yang dialihkan ke penambahan gaji honorer hingga Rp200 ribu per honorer.
Hal tersebut ditegaskan Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPRD kota Makassar, Adi Rasyid Ali dihadapan sejumlah SKPD. ARA sapaan akrab Adi Rasyid Ali menambahkan, penyerasian anggaran yang dialihkan untuk kenaikan gaji para honorer dengan catatan melakukan pemangkasan terhadap jumlah honorer yang sudah tidak produktif lagi atau memangkas honorer yang tidak mempunyai prestasi.
“Kita bayangkan saja jumlah honorer yang mencapai 6.000 orang dengan pengeluaran pemerintah kota mencapai Rp3 miliar setiap bulannya. Setiap honorer digaji Rp500 per bulan dan tidak pernah ada kenaikan. Ini yang seharusnya mau kita tambah dengan mengurangi program kerja SKPD yang berulang setiap tahunnya,” ungkapnya saat rapat Banggar di DPRD Makassar.
Wakil Ketua DPRD Makassar ini juga menuturkan ada beberapa program anggaran SKPD yang hampir sama di setiap tahunnya, seperti biaya kegiatan atau pelatihan yang jumlahnya Rp100 juta perkegiatan. Ini dialihkan saja untuk kenaikan gaji honorer.
“Kasian juga kita lihat dan ini sudah saya perjuangkan sejak periode lalu tahun 2009 namun belum diindahkan. Jadi kita minta program kerja yang tidak produktif dibatalkan saja dialihkan ke tenaga honorer,” bebernya.
Anggota Banggar, Rahman Pina juga menilai banyak usulan anggaran yang tidak rasional dan terkesan mubassir, seperti biaya publikasi sejumlah kegiatan. Sementara gaji honorarium di lingkup pemerintahan malah diabaikan.
“Banyak anggaran seperti seminar dan publikasi yang begitu besar, kenapa tidak anggaran ini dialihkan untuk menaikkan gaji tenaga honorer, dan honorer Makassar-lah yang tidak pernah naik gajinya hingga 10 tahun terakhir,” ujarnya.
Olehnya itu, ia mendesak pemerintah agar bisa melirik nasib tenaga honorter yang telah bekerja untuk pemerintahan setelah pemkot melakukan pendataan dan perampingan jumlah tenaga honorer, dari sebelumnya sebanyak kurang lebih 5.000, saat ini sudah terkikis hingga kurang lebih 2.000 orang.
“jumlah ini tidak akan memberatkan APBD bila pemkot menaikkan gaji tenaga honorer. Idealnya tenaga honorer harus menerima Rp1 juta setiap bulannya sehingga pemkot hanya menyediakan setidaknya Rp24 miliar, “jelasnya.(ita)

Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top