Sulselbar

BAP Kasus Penganiayaan Dilimpah

PINRANG, BKM — Penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Pinrang mempercepat penanganan kasus penganiayaan dan pengeroyokan yang terjadi di depan SMPN 5 Kamis (17/11) lalu.
Penyidik telah merampungkan BAP empat tersangka dan melimpahkan ke Kejari Pinrang. Pelimbahan BAP ke empat tersangka ini baru tahap pertama.
Kepala Unit PPA Polres Pinrang Aiptu Kaharuddin Syah mengatakan, Unit PPA telah merampungkan pengambilan keterangan sejumlah saksi, termasuk orang tua dan saudara korban.
“Rencananya hari ini (kemarin,red), BAPnya akan di limpah ke Kejari,” ujar Kaharuddin di Mapolres Pinrang, Jumat (25/11).
Ketua Lembaga Peduli Kesejahteraan Perempuan dan Anak (LP-KPA) Andi Yamaponto mengatakan, lembaganya akan melakukan pendampingan kepada korban, hingga proses hukum selesai.
Lembaga yang dipimpinnya mengapresiasi kinerja keras pihak Polres Pinrang dalam menangani kasus ini.
“Kami salut atas komitmen Polres Pinrang yang menangani kasus ini,” katanya.
Sementara, korban Riska saat ini masih mengalami depresi dan rasa ketakutan setiap saat dilakukan pemeriksaan di Polres Pinrang. Hal itupun pihak penyidik PPA menganjurkan untuk berkonsultasi dengan psikiater dengan didampingi kedua orang tuanya.
Dokter Ahli Poli Syaraf RS Lasinrang Pinrang Dr Sri Handayani, Sps mengakui jika korban masih mengalami defresi berat dan trauma atas kejadian yang menimpanya.
“Kami lakukan pemeriksaan detail terhadap korban. Jadi kami anjurkan untuk berkonsultasi dengan pihak Psikiater,” kata Sri.
“Dia juga masih mengeluhkan sakit pada bagian kepala dan pusing, meski sudah tidak terlalu,”katanya.
Kasat Reskrim Polres Pinrang, AKP Muhammad Nasir yang dikonfirmasi, membenarkan semua BAP para tersanga dan saksi maupun keterangan korban.
“Berdasarkan keterangan para pelaku dan korban serta saksi-saksi, pemicu utama memang seperti itu hanya karena persoalan utang Rp75 ribu,” tandasnya. (ady/C)

loading...
Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top