Asrul, Anak Pekerja Bangunan Ranking I di Sekolah – Berita Kota Makassar
Headline

Asrul, Anak Pekerja Bangunan Ranking I di Sekolah

BKM/ARIF ALQADRY BERPRESTASI-Asrul (dasi merah) tengah belajar di dalam kelas V SD Inpres Pampang I, diawasi wali kelasnya Nursida.

MAKASSAR, BKM — Kamar berukuran 3×4 meter, berdinding triplek dengan plafon yang sebagian sudah lapuk. Di tempat inilah Asrul bersama kedua orang tuanya menghabiskan waktu beristirahat setelah menjalani aktifitas sehari-hari.
Tidak banyak kegiatan yang dapat dilakukan Asrul ketika pulang dari sekolahnya di SD Inpres Pampang I. Kecuali mengisi waktu membantu orang tua, belajar, makan dan tidur.
Kamar kos di Jalan Pampang IV ini dikontrak orang tua Asrul. Di dalam kamar yang terbilang sempit sama sekali tidak terlihat ada bawang mewah. Yang terlihat hanya tiga lemari terbuat dari kayu untuk menyimpan pakaian dan buku pelajaran Asrul. Ukuran tingginya sekitar dua meter berwarna hitam. Sementara dua lainnya berukuran satu meter.
Di tengah keterbatasan ekonomi keluarganya, bungsu dari dua bersaudara ini tetap bersabar dan menerima kenyataan yang ada. Sebaliknya, ia ingin membuktikan dirinya mampu membuat bangga kedua orangtuanya dengan berprestasi di sekolah.
”Saya cita-cita mau jadi dokter. Karena pekerjaannya sangat mulia, membantu orang-orang sakit. Kalau ada uang, saya mau lanjut SMP dan SMA. Mauka juga kuliah supaya bisa jadi dokter. Saya mau bahagiakan orang tua dan kakakku,” ujar anak laki-laki kelahiran Makassar, 24 Januari 2005 ini.
Setiap pagi ketika jarum jam menunjukkan pukul 05.00 Wita, ia sudah bangun dari tidur. Asrul kemudian salat subuh dan membersihkan tempat tidurnya. Setelah itu barulah dia berangkat ke sekolah.
Jarak antara tempat tinggal dengan sekolahnya kurang lebih 500 meter. Berjalan kaki bersama teman-teman ia tempuh melalui gang kecil dan menyeberangi jembatan Sungai Pampang.
Di sekolah, Asrul dikenal sebagai murid yang berprestasi. Sejak di bangku kelas I hingga V, ia selalu menempati rangking satu. Di lingkungan tempat tinggalnya, Asrul dikenal sebagai anak yang mandiri, sabar dan patuh pada kedua orang tua.
Sepulang dari sekolah, Asrul biasa mencuci sendiri pakaian yang kotor di rumahnya. ”Saya kasihan lihat mamaku, kalau pulang kerja, terus kamar berantakan. Jadi saya biasa bantu bersih-bersih,” ujarnya.
Anak pasangan Azis dan Ani ini mengaku sangat bersyukur, karena masih dapat menikmati bangku pendidikan. Berbeda dengan kakaknya yang sama sekali tidak pernah bersekolah. Kakaknya itu sudah ikut bekerja dengan ibunya di tempat penjualan ayam Jalan Cendrawasih.
”Kalau bapak saya kerjanya tukang batu. Kadang tinggal di rumah kalau tidak ada proyek atau bangunan yang dikerjakannya,” terangnya.
Wali Kelas V SD Inpres Pampang 1, Nursida mengakui Asrul merupakan murid berprestasi di sekolah. Selama menempuh pendidikan di sekolah ini, perolehan nilainya selalu baik. Bahkan jadi langganan kelas satu di kelasnya.
”Anaknya (Asrul) juga aktif ikut kegiatan di sekolah. Seperti pramuka atau dokter cilik. Mata pelajaran yang paling bagus nilainya agama dan matematika. Disusul mata pelajaran lain. Kalau soal kehadiran, dia paling rajin. Tidak masuk sekolah kalau memang sakit dan sudah tak bisa bangun dari tempat tidur,” jelas Nursida.
Menurut guru berhijab ini, pihak sekolah tidak menutup mata dengan kondisi ekonomi keluarga Asrul. Karena berprestasi di bidang akademik, Asrul kemudian diberikan beasiswa. Selain membantu, juga untuk lebih memacu semangatnya dalam meraih prestasi yang lebih baik lagi. (arf/rus)

Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top