Sulselbar

Siswa SMPN 5 Dikeroyok Hingga Pingsan

DITANGKAP -- Tujuh siswa SMPN 5 Watang Sawitto saat menjalani pemeriksaan di ruang unit PPA Reskrim Polres Pinrang, usai mengeroyok rekan se kelasnya, Rabu malam (23/11).

PINRANG, BKM — Seorang siswa SMPN 5 Pinrang Syahiruddin (14) dikeroyok tujuh siswa lainnya hingga pingsan, Rabu (23/11) di sekolahnya kemarin. Musababnya karena korban sering memalak teman se kelasnya.

Akibatnya, siswa kelas IX ini terpaksa harus mendapat perawatan intensif di UGD RSU Lasinrang. Kasus ini bermula Kamis (17/11) lalu. Korban dikeroyok tujuh orang karena disebut-sebut memalak teman-temannya. Di sekolah, Syahri dikenal sombong dan sering mengajak berkelahi teman-temannya.
Untuk proses lebih lanjut kini kasus tersebut ditangani unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Reskrim Polres Pinrang sesuai Laporan Polisi LP/471/XI/2016/SPKT/Res Pinrang, tertanggal 17 Nopember 2016.
Pelapor adalah orang tua Syahiruddin, Tajuddin (53) warga Kelurahan Maccorawalie Kecamatan Watang Sawitto Pinrang.
Tujuh orang pelajar yang diduga pelaku telah sudah diamanakan polisi dan tengah menjalani proses pemeriksaan di Mapolres.
Kapolres Pinrang, AKBP Leo Joko Triwibowo melalui Kasat Reskrim AKP Muhammad Nasir membenarkan kasus tersebut.
“Awalnya kami amankan puluhan yang diduga pelaku. Namun, setelah diperiksa, kami hanya amankan tujuh orang karena terbukti melakukan penganiayaan dan pengeroyokan. Sisanya kita pulangkan dan hanya berstatus saksi,” ungkap Nasir, di kantornya, Kamis (24/11).
Ketujuh pelajar yang kini sudah berstatus tersangka kasus penganiayaan masing-masing IL (14),YS (15), AS (14), RS (14), KS (15), TG (13) dan AD (15). Saat ini, mereka sudah ditahan didalam sel.
Kasat Reskrim menambahkan, mengingat status tujuh pelajar ini sehingga diberikan toleransi tetap mengikuti pelajaran di sekolahnya di pagi hari. Setelahnya itu kembali lagi ditahan di Sel khusus anak-anak.
“Mereka masih menjalani penahanan. Tapi waktu sekolah kita kawal dia mengiktui pelajaran dan, sepulangnya itu harus ditahan kembali,” tegasnya.
Kanit Reskrim Ipda Syukri hasil keterangan para saksi dan pelaku itu sendiri menyebutkan memang korban (Syahiruddin,red), adalah anak yang kerap memalak para anak sekolah dan kerap mengganggu teman temannya disekolah.
“Motifnya para pelaku sudah kesal terhadap ulah korban di sekolah. Makanya mereka sepakat memberikan pelajaran dengan mengeroyok korban hingga pingsan,” kata Ipda Syukri.
Sementara, salah satu pelaku IL mengaku dia bersama teman-temannya yang ditahan itu mengeroyok karena salah satu diantara pelaku digangguin oleh korban.
”Awalnya salah satu diantara kami diganggui, kemudian korban mengajak dan menantang semua dari kami untuk berkelahi. Yah spontan, kami semua maju mengeroyoknya hingga tak sadarkan diri,“ aku IL kepada polisi saat diperiksa, diruang penyidik.
Hal senada juga dikemukakan AD, pelaku lainnya. “Memang Sahir orangnya terkena sombong sekali. Cuma saat kami memukulnya tidak menggunakan alat, kami hanya menggunakan tangan kosong,“aku AD, salah satu pelajar SMPN 5 Pinrang.
Karena lukanya cukup parah, akhirnya korban dirujuk ke RSU Wahidin di Makassar. (ady/B)

loading...
Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top