Berita Kota Makassar | ''Saya Terpaksa Mencuri karena Lapar Sekalima''
Headline

”Saya Terpaksa Mencuri karena Lapar Sekalima”

MAKASSAR, BKM — Jam dinding menunjukkan pukul 13.00 Wita, Kamis (24/11). Situasi di Jalan Boulevard tiba-tiba saja jadi gaduh.
Seorang remaja tepergok melakukan pencurian isi kotak amal Masjid Nurul Iman. Ia kedapatan seorang diri berada di dalam masjid dan merogoh bagian dalam kotak amal.
Aksinya berusaha digagalkan oleh warga sekitar. Teriakan mereka mengundang pengunjung warung kopi berdatangan mengejar remaja itu.
Ketika tertangkap, aksi main hakim pun berlangsung. Mereka memukuli dan menendangnya. Diserang bertubi-tubi, remaja itupun berteriak meminta ampun.
Beruntung, aksi massa tak berlangsung lama. Aparat Polsek Panakkukang tiba di lokasi. Dengan sigap polisi langsung mengevakuasi pelaku dari amukan warga.
Namun, upaya kepolisian membawa remaja tersebut sempat mendapat rintangan. Massa yang jumlahnya ratusan membuat aparat kewalahan. Mereka mengepung polisi yang berusaha mengamankan pelaku. Bahkan petugas sempat menjadi sasaran pemukulan.
Dengan susah payah pelaku berhasil dibawa keluar dari kepungan warga. Polisi menggendong dan langsung menaikkannya ke atas mobil patroli. Selanjutnya dibawa ke Mapolsek Panakkukang untuk menjalani pemeriksaan.
Kepada polisi, remaja itu menyebutkan namanya. Inisialnya Ant (15), warga Kecamatan Kajang, Kabupaten Bulukumba. Pengakuannya cukup mengharukan.
”Saya dari Bulukumba, Pak. Sebenarnya saya tidak bermaksud mencuri. Saya terpaksa ambil uang kotak amal masjid karena saya sudah lapar sekali. Sudah gemetarma,” ujarnya pelan.
Diapun kemudian menceritakan kisahnya sampai berada di Makassar. ”Saya baru tiga hari di Makassar. Tidak punya keluarga di sini. Hanya ingin mencari kerja. Setiba di Makassar, saya langsung menginap di masjid Jalan Faisal. Di situ saya hanya beribadah sambil menahan lapar,” tuturnya.
Di hari ketiganya di kota ini, Ant bermaksud hendak mencar makan. Namun ia tak punya uang sesenpun. Berjalan kaki menjadi caranya untuk menghilangkan lapar.
”Saya menangis, Pak. Saya mau mengadu, tapi sama siapa. Jalanan di Makassar pun saya tidak tahu. Saya baru injak Makassar. Karean lelah, waktu di jalan itu (Boulevard) saya melihat banyak orang. Saya ingin meminta-minta, tapi saya biasa melakukannya. Karena lemas, saya lihat ada masjid. Saya kemudian singgah,” ujarnya.
Curahan hatinya pun ia sampaikan ke polisi. Waktu singgah di masjid, pikirannya tak henti mengawang-awang. Ia melihat sekelilingnya. Ada banyak warung kopi dan warung makan.
”Enaknya orang yang punya uang, bisa makan enak. Sementara saya yatim piatu,” katanya.
Kondisinya yang semakin lemas, akhirnya membuat Ant tak lagi berpikir sehat. Ia kemudian berbalik dan melihat kotak amal masjid. Seketika itu terlintas di pikirannya bahwa dirinya harus tetap bertahan hidup. Diapun bermaksud mengambil isi kotak amal masjid.
”Karena sudah lapar sekalami kodong, Pak. Saya juga malu meminta-minta. Dengan terpaksa saya bermaksud mengambil isi kotal amal Rp10 ribu. Disitulah saya ketahuan dan dikejar massa,” terangnya.
Kanit Reskrim Polsek Panakkukang, AKP Warpa yang menginterogasi pelaku, tak kuasa menahan rasa harunya. Apalagi setelah mendengar kalau ia yatim piatu, dan baru melakukan percobaan pencurian hingga akhirnya dihakimi massa.
”Kasihan juga. Terpaksa melakukan pencurian. Itupun hanya Rp10 ribu untuk makan. Kita perlu tahu dulu apa tujuan pelaku. Apalagi dia yatim piatu. Berdosalah kita ketika seseorang kelaparan lantas tidak dibantu. Sementara harta yang kita miliki ini sebagian hak anak yatim dan orang miskin. Meski begitu, kasusnya tetap kami dalami. Pengakuannya tidak langsung bisa dipercaya,” kata AKP Warpa.
Warpa mengaku belum menerima laporan dari pengurus masjid dan warga terkait kejadian ini. Untuk sementara polisi memberikan pembinaan. (ish/rus)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top