Sulselbar

Polres Pinrang Razia Sekolah

BKM/PURMADY RAZIA -- Personil Polsek Paleteang Pinrang saat menggelar operasi kepada para pelajar di sejumlah sekolah di wilayah kerjanya, Rabu (23/11).

PINRANG, BKM — Mengantisipasi adanya hal-hal yang tidak diinginkan terkait kasus ini, pihak Polres Pinrang menggelar razia besar-besaran kepada seluruh sekolah tingkat SLTP dan SMA se Kabupaten Pinrang.
Razia dadakan ini menyasar para siswa di kelas dengan tujuan memastikan foto-foto syur yang dimaksud para pelaku pasca kejadian termasuk video senonoh termasuk merazia narkoba di kalangan pelajar.
“Kita sasar seluruh sekolah dengan melibatkan gabungan semua personil di Polres maupun di Polsek-polsek setempat. Kita cuma pastikan di Hanphone para siswa tidak video porno ataupun foto syur kasus penganiayaan ini termasuk adanya narkoba. Alhamdulillah anggota cumja dapat alat-alat seperti gunting, obeng perlengkapan sekolah dalam tas siswa,’ ujar Kapolres Pinrang AKBP Leo Joko Triwibowo didampingi Kasat Binmas AKP Lutfim Daud, kemarin.
Sementara proses penyidikan kasus penganiaan yang melibatkan empat pelaku terus dilakukan Polres Pinrang. Korban RSK kepada BKM mengaku masih trauma dengan kejadian itu. Hingga kini korban masih merasa kesakitan di punggung, pinggang, kepala, kaki dan tangannya akibat pengeroyokan tersebut.
“Pinggang dan punggung saya mash terasa sakit pak. Kaki dan tangan juga agak terasa nyeri ini. Termasuk kepalaku pak sangat sakiy kalau saya goyang,” keluh RSK diamini orangtuanya kemarin.
Hingga sejauh ini polisi belum berhasil meringkus pelaku penyebar video penganiaan itu.
Polisi, masih berupaya melakukan pendekatan persuasif kepada keluarga pelaku penyebar video berinisial LI, seorang pelajar SMP disalah satu sekolah di kecamatan Duampanua.
Dari penelusuran petugas dan hasil pengakuan beberapa saksi dan para pelaku, satu nama berinisial LI yang masih berstatus pelajar dan juga tergolong anak dibawah umur, diduga kuat ikut terlibat dan berperan sebagai pengambil atau perekam video menggunakan ponsel saat penganiayaan itu terjadi.
Awalnya, satu tersangka tapi belakangan si tersangka tersangka menunjuk rekannya berinisial VE yang merekam. Tapi setelah VE diperiksa, yang bersangkutan menyangkal dan mengakui jika dirinya sempat dimintai oleh para tersangka untuk mengakui hal tersebut untuk meloloskan pelaku sesungguhnya
Nasir menjelaskan, VE yang menyangkal, akhirnya mengakui, jika pelaku sesungguhnya yaitu LI. Setelah didesak, keterangan VE ini akhirnya dibenarkan oleh keempat tersangka.
“Kita sudah melakukan pemanggilan kepada LI melalui orangtuanya, dan mereka berjanji, akan mengantar sendiri anaknya itu ke Mapolres Pinrang untuk diperiksa,” jelas Nasir.
Dengan terkuaknya pelaku pengambil atau perekam video tersebut, bisa dipastikan jika tersangka kasus yang menghebohkan ini juga akan kembali bertambah.
“Dalam kasus ini, tidak menutup kemungkinan tersangka baru akan bertambah selain empat orang ini. Kesemuanya adalah perempuan,” tandasnya.
(ady)

loading...
Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top